Jaringan Rasuah Jawa Timur Gelar Aksi di Polda Jatim, Menuntut Kepolisian Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Lapen 12 M di Kabupaten Sampang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 6 Februari 2025 - 15:20 WIB

40612 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Puluhan aktivis yang tergabung dalam Jaringan Anti Rasuah Jawa Timur,saat melakukan aksi di Polda Jatim

SURABAYA _ TEROPONG BARAT _ Kasus dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berwujud proyek lapisan penetrasi (Lapen) senilai 12 milliar rupiah di Kabupaten Sampang, mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan terutama dari Jaringan Rasuah Jawa Timur, yang saat ini, kasus tersebut dalam proses Penyidikan oleh Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) II Subdit III Polda Jatim.

Dengan itu, Puluhan aktivis yang tergabung dalam Jaringan Anti Rasuah Jawa Timur Melakukan aksi di depan kantor Polda Jatim, Kamis (06/02/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi yang dilakukan puluhan aktivis tersebut menuntut pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur agar secepatnya menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar 12 miliar rupiah tahun anggaran 2020.

Dimana, proyek miliaran itu dialokasikan untuk program pemeliharaan infrastruktur jalan kabupaten sebagai upaya memulihkan perekonomian warga, anggaran dalam kegiatan tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tahap II.

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim juga telah mengantongi kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi ini.

“Seharusnya penyidik memberikan progres penanganan kasus yang ditangani sejak dua tahun ini, jangan selalu memberikan alibi liar kepada masyarakat karena ini menyangkut hak rakyat,” ujar korlap aksi, Ach Rifa’i, di depan Mapolda Jatim, Kamis, (6/1/2025).

Rifa’i mengatakan, program pemulihan ekonomi dampak Covid-19 berupa proyek pemeliharaan berkala jalan kabupaten senilai Rp 12 miliar di kota Bahari menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Pasalnya, selain tidak diumumkan di LPSE. Pengerjaan proyek Lapisan Penetrasi (lapen) tersebut melanggar intruksi yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020.

“Proyek ini mulai dari awal sudah bermasalah apalagi hasil pengerjaannya. Kami menduga kepentingan kelompok sangat jelas dibalik program pemulihan ekonomi dampak Covid-19,” kata Rifai.

Aktivis bertubuh gempal tersebut mendesak Polda Jatim agar menyeret oknum-oknum yang terlibat dalam kasus korupsi dana PEN sebesar 12 miliar rupiah. Alasannya, dana insentif daerah tahap II merupakan penghargaan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang berhasil dalam menangani pandemi Covid-19.

“Ini kan jelas peruntukannya, tapi realitanya dana 12 milliar itu hanya dijadikan syarat kepentingan dan penghasilan kelompok saja tanpa dirasakan masyarakat samasekali,” bebernya.

Aksi yang digelar di depan markas Polda Jatim tersebut ditemui oleh Kompol Sodiq Effendi selaku penyidik yang menangani kasus dugaan korupsi proyek lapen. Ia mengutarakan kepada massa aksi bahwa kasus ini masuk tahap penyidikan.

“Sekarang masuk tahap penyidikan dan sebentar lagi berkas akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Sodiq tidak menampik kasus ini telah diketahui kerugian negara, tetapi pihaknya tidak berani membuka kepada publik atas alasan bukan kewenangan dirinya.

“Intinya masih tahap penyidikan dan sudah ada kerugian negara. Ini saja yang dapat saya sampaikan kepada publik,” tegasnya. (RED)

Berita Terkait

Siaga Hadapi Perkembangan Situasi, Dandim 1410/Bantaeng Pimpin Apel Siaga dan Ajak Personel Aktif Mengikuti Informasi TNI AD
Safari Ramadhan di Eremerasa, Bupati Bantaeng Serahkan Bantuan untuk Masjid Nurul Muttaqin
Berharap Keberkahan, Riders Muslim Bantaeng Berbagi Takjil Gratis di Masjid Nurul Mu’min
Terik Tak Halangi Prajurit dan Warga Wonosari Rampungkan MCK Program TMMD 127
Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa
BUKA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM DI BULAN RAMADHAN PENUH BERKAH PT. MALAHAYATI NUSANTARA RAYA
Kolaborasi Dengan Mahasiswa, Polres Bantaeng Berbagi Takjil
Babinsa Koramil 1410-01/Bissappu dan Komduk Gelar Patroli Siskamling, Wujudkan Semangat Bantaeng Bisa

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:58 WIB

Siaga Hadapi Perkembangan Situasi, Dandim 1410/Bantaeng Pimpin Apel Siaga dan Ajak Personel Aktif Mengikuti Informasi TNI AD

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:40 WIB

Safari Ramadhan di Eremerasa, Bupati Bantaeng Serahkan Bantuan untuk Masjid Nurul Muttaqin

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:35 WIB

Berharap Keberkahan, Riders Muslim Bantaeng Berbagi Takjil Gratis di Masjid Nurul Mu’min

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:14 WIB

Terik Tak Halangi Prajurit dan Warga Wonosari Rampungkan MCK Program TMMD 127

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:42 WIB

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:32 WIB

Kolaborasi Dengan Mahasiswa, Polres Bantaeng Berbagi Takjil

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:25 WIB

Babinsa Koramil 1410-01/Bissappu dan Komduk Gelar Patroli Siskamling, Wujudkan Semangat Bantaeng Bisa

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:40 WIB

Diduga Jadi Korban Fitnah dan Intimidasi, Indra Minta Polisi Bertindak Tegas

Berita Terbaru