PASURUAN — Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya sendiri di Lingkungan Krikilan, RT 001 RW 007, Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Kejadian tragis ini pertama kali diketahui pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban bernama Ngadiyah, perempuan, kelahiran Pasuruan, 20 Mei 1961, yang diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Dugaan awal atas kejadian tersebut muncul saat anak kandung korban, Ruhaina, bersama suaminya Mustofa, mendatangi rumah korban sekitar pukul 18.15 WIB sebelum menghadiri acara kondangan. Saat itu, mereka sempat melihat cucu korban, Alfan, bersama istrinya sedang mencuci sepeda motor, sementara korban terlihat sedang melaksanakan salat.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruhaina dan suaminya kemudian berangkat ke acara tersebut dan pulang sekitar pukul 21.30 WIB. Saat melintas di depan rumah korban, Ruhaina merasa curiga lantaran lampu ruang tamu masih menyala dan tirai ruangan dalam keadaan terbuka, berbeda dari kebiasaan korban yang biasanya memadamkan lampu dan menutup tirai pada pukul 20.00 WIB. Karena kejanggalan itu, Ruhaina masuk ke dalam rumah dan mendapati pintu tak terkunci namun tertutup. Setelah mencari ke seluruh ruangan, ia tidak menemukan keberadaan ibunya maupun cucunya dan istri cucunya.
Merasa khawatir, Ruhaina menjemput suaminya lalu berusaha mencari tahu kepada tetangga sekitar. Dari keterangan seorang warga bernama MN, sekitar pukul 18.30 WIB terdengar suara tangisan dari arah rumah korban. Saat MN bertanya kepada Alfan perihal suara tersebut, Alfan menyatakan bahwa tidak terjadi apa-apa. Tak lama kemudian, MN mengaku mendengar suara keras seperti benda jatuh dari arah sumur rumah korban.
Informasi tersebut membuat Mustofa memutuskan untuk memeriksa langsung ke sumur yang berada di dapur rumah. Saat membuka pagar kayu yang menutup bibir sumur, yang ditumpuki bak dan timba plastik, ia mendapati tubuh Ngadiyah dalam posisi tak bergerak di kedalaman sekitar 15 meter. Di area dapur dan sekitar sumur terlihat bercak darah, menambah kuat dugaan terjadi kejanggalan dalam peristiwa ini.

Warga setempat segera melaporkan penemuan tersebut ke pihak kepolisian. Tim Damkar Kabupaten Pasuruan kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 WIB dan korban dibawa ke RSUD Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti dari kematian Ngadiyah. Kejadian ini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat sekitar.






















