PIDIE – Dalam usia muda, Muhammad Saleh berhasil menorehkan sejarah baru di Gampong Keude Ie Leubeue, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.
Sosok yang dikenal sederhana dan visioner itu terpilih sebagai Keuchik (Kepala Desa) setelah meraih 118 suara, mengungguli kandidat lainnya dalam pemilihan yang berlangsung damai, Minggu (12/10/2025).
Pemilihan Keuchik Keude Ie Leubeue yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB itu berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Kembang Tanjong, Fauzi Arfa, Kapolsek AKP Azwar Efendi, Waka Polsek Ipda Muhammad, Danramil beserta Babinsa dan Babinkamtibmas turut hadir mengawal jalannya proses demokrasi tingkat gampong tersebut.
Dalam sambutannya, Camat Fauzi Harfa berpesan agar siapapun yang terpilih menjadi pemimpin harus amanah, rendah hati, dan mengayomi seluruh warga. “Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjaga silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan. Gampong ini milik kita bersama, mari jadikan Keude Ie Leubeue sebagai contoh gampong bersejarah yang terus maju dari masa ke masa,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Saleh yang juga dikenal sebagai mantan Sekretaris Tim Pemenangan H. Sarjani Abdullah – Al Zaizi pada Pilkada 2024, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan amanah besar kepadanya.
Kemenangan ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Keude Ie Leubeue. Mari kita bangun gampong ini bersama-sama dalam bingkai syariat Islam,” ungkapnya dengan penuh haru.
Dalam visinya, Muhammad Saleh menekankan pentingnya mengembangkan potensi ekonomi lokal, seperti sektor kuliner, perikanan, tambak, dan garam warisan sejarah yang telah ada sejak masa kerajaan Aceh dan zaman kolonial Belanda.
Ia menilai Keude Ie Leubeue adalah salah satu pasar tertua di dunia yang memiliki nilai budaya tinggi serta daya tarik kuliner khas yang patut dipromosikan hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Gampong ini kaya potensi. Ada pasar ikan yang hidup setiap hari, ada kuliner legendaris seperti telur kocok, boh manok weng, putu ade, dan banyak lagi. Semua ini adalah identitas kita.
Mari kita rawat dan promosikan bersama agar Keude Ie Leubeue semakin dikenal dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Ke depan, Muhammad Saleh bertekad menjadikan gampongnya sebagai contoh pembangunan berbasis syariat, partisipatif, dan ramah pemuda.
Masa depan gampong ada di tangan generasi emas. Saya mengajak seluruh pemuda untuk peusanut gampong dalam bingkai syariat _”‘Tapuga Pidie Menuju Aceh Meusyuhue_ tutupnya penuh Optimistis






















