Kemenkeu Mengajar 10 Hadir di Dayah Ulumuddin, Bukti Santri Punya Peluang yang Sama Membangun Negeri

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 02:23 WIB

4077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe – Semangat kepahlawanan dan belajar menyatu dalam suasana hangat di Madrasah Aliyah Ulumuddin, Lhokseumawe, saat puluhan santri mengikuti kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 (KM10), Senin (10/11). Tahun ini, pelaksanaan KM10 terasa begitu istimewa karena untuk pertama kalinya di Lhokseumawe, kegiatan ini digelar di lingkungan dayah, lembaga pendidikan Islam yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Aceh.

Kegiatan yang melibatkan relawan dari berbagai unit vertikal Kementerian Keuangan ini tak hanya diikuti oleh pegawai dari Kemenkeu Satu Lhokseumawe (Bea Cukai, KPP, dan KPPN), tetapi juga diwarnai kehadiran relawan dari luar daerah, seperti Bea Cukai Belawan dan KPP Lubuk Pakam, Sumatera Utara, serta KPP Pangkalan Kerinci, Riau. Kehadiran lintas wilayah ini menunjukkan semangat kebersamaan pegawai Kementerian Keuangan dalam membangun literasi keuangan hingga ke pelosok daerah.

Kepala Madrasah Aliyah Ulumuddin, Musdar, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kunjungan para relawan. “Bagi kami, kunjungan dari Kementerian Keuangan ini bukan hanya membawa pengetahuan, tapi juga inspirasi. Santri kami jadi tahu bahwa mereka juga bisa berkarier di instansi besar seperti Kemenkeu. Ini membuka cakrawala baru bagi mereka,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musdar menambahkan bahwa kegiatan seperti KM10 sangat relevan bagi siswa madrasah dan dayah, karena mampu menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan sejak dini. “Nilai-nilai yang diajarkan Kemenkeu sangat sejalan dengan pendidikan karakter di pesantren: jujur, amanah, dan disiplin,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kepala KPP Pratama Lhokseumawe, Firman Tatariyanto, yang membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya membangun bangsa tidak hanya lewat meja kerja, tetapi juga melalui ruang kelas. “Kemenkeu Mengajar adalah bentuk nyata kepedulian kami untuk mendidik dan menginspirasi generasi penerus bangsa. Dari santri hingga siswa umum, semuanya punya peluang yang sama untuk berkontribusi bagi negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPPN Lhokseumawe, Kurniawan, menegaskan bahwa memahami pengelolaan uang negara sejak dini merupakan langkah penting membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab. “Di masa depan, kalianlah yang akan meneruskan tongkat estafet pengelolaan keuangan negara. Maka, pahamilah bahwa APBN adalah milik rakyat, dan dikelola untuk kesejahteraan bersama,” pesannya kepada para santri.

Dari sisi Bea Cukai, semangat berbagi ditunjukkan oleh Vicky Fadian, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, yang menjadi salah satu relawan pengajar. Ia menyampaikan pesan khusus kepada para santri agar tidak membatasi mimpi mereka.
“Jangan berpikir karena kalian belajar di dayah, kalian tidak bisa jadi pegawai Kementerian Keuangan. Justru dari pesantren ini lahir generasi berintegritas dan berjiwa pelayanan publik. Santri juga bisa berperan besar di Kemenkeu,” tegasnya.

Dengan mengusung tema nasional “Mengenal Uang Kita, Menjaga Masa Depan”, KM10 dirancang untuk menanamkan pemahaman kepada pelajar bahwa seluruh fasilitas publik—termasuk sekolah, jalan, dan layanan kesehatan—bersumber dari penerimaan negara yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

Pelaksanaan KM10 di Dayah Ulumuddin menjadi bukti nyata komitmen Kemenkeu Satu Lhokseumawe untuk memperluas akses edukasi fiskal ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Dengan sinergi pegawai dari berbagai unit dan daerah, kegiatan ini memperkuat pesan bahwa membangun negeri tidak mengenal batas wilayah maupun latar belakang pendidikan.

“Dari dayah inilah, kami yakin akan lahir calon pemimpin bangsa yang berintegritas dan siap mengelola uang negara dengan amanah,” tutup Vicky dengan penuh keyakinan. (RED)

Berita Terkait

Semangat Lokal dan Nilai Kemenkeu Menyatu dalam Program CAKRA DONYA Bea Cukai Lhokseumawe
Kolaborasi Akademik: UIN dan Bea Cukai Lhokseumawe Tinjau Perdagangan Pakaian Bekas
Perkuat Sinergi dan Koordinasi, Bea Cukai dan Lanal Lhokseumawe Tingkatkan Kolaborasi Pengawasan Laut
Ketum Apkasindo Buka Rakerwil Aceh: “Bangun Kepekaan, Jaga Solidaritas Petani Sawit Aceh”
Operasi Gabungan Bea Cukai Aceh Berhasil Bongkar Truk Pembawa 3,87 Juta Batang Rokok Tanpa Pita Cukai
Peran Dinamis APKASINDO Aceh: Dari Sawit Menuju Regenerasi Pemimpin Masa Depan
Proyek Drainase Jalan Elak Belum Rampung, Warga Alue Awe Terpaksa Tempuh Jalur Memutar
Geuchik Uteunkot: Forum Peduli Gampong Tidak Resmi, Pemeriksaan Dana Desa Hanya Wewenang Inspektorat

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Blue Light Patrol Subuh Polsek Denpasar Utara Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:38 WIB

HPN 2026, Polres Probolinggo Kota Bersama Media Gelar Silaturahmi Dan Pertandingan Persahabatan

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Sinergi dengan Pelaku Usaha, Bhabinkamtibmas Sumerta Kauh Sampaikan Pesan Kamtibmas di UD. Darma Pelita

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:55 WIB

Satpolairud Polresta Denpasar Patroli Malam di Pos Serangan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:49 WIB

Ratusan Personel Polresta Denpasar Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:38 WIB

Resmi Dikukuhkan, Forum PUSPA Bayuangga Diharapkan Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:21 WIB

Respon Cepat Polres Probolinggo Tangani Banjir di Kecamatan Dringu

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:17 WIB

Pelarian Sugianto (21), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berakhir di tangan petugas. Pemuda asal Desa Kemlagi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan

Berita Terbaru