Agara kembali berduka, 4 jembatan putus, 49 kafe musnah, dan 9 Kecamatan terendam banjir akibat curah hujan tinggi.

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 14:22 WIB

4067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Teropong Barat Com—

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Selasa, Rabu, hingga Kamis, 25–27 November 2025, menyebabkan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap hingga membanjiri permukiman warga dan melanda sembilan Kecamatan.
Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengatakan banjir mulai memasuki rumah warga pada Minggu, 26 November 2025, pukul 15.31 WIB. Banjir tersebut dipicu oleh meningkatnya debit air sungai serta jebolnya beberapa tanggul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sembilan Kecamatan di Aceh Tenggara Terendam Banjir
“Data sementara ada sembilan Kecamatan dan 26 desa yang dilanda banjir,” kata Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, Kamis (27/11/2025).

Ia mengungkapkan Kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Bambel, Ketambe, Tanoh Alas, Babul Rahmah, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Babussalam, dan Kecamatan Lawe Alas.
“Kondisi saat ini air belum surut dari permukiman warga, sementara hujan masih mengguyur wilayah Aceh Tenggara,” ungkapnya.

Sementara itu, tanggul yang jebol mengakibatkan tiga Kecamatan terendam banjir lebih parah. Empat jembatan ambruk menuju Kecamatan Seberang Lawe Alas dan Kecamatan Nurul Hasanah, yakni Jembatan Natam, Jembatan Silayar, serta Jembatan Salampinem di Babul Rahmah, dan Jembatan Mbarung Aceh Tenggara.
(27/11/2025)

Selanjutnya, banjir bah tadi malam di Desa Lawe Sekerah menghancurkan deretan kafe di pinggir jalan raya Kuta Gene BKJ. Sekitar 45 kafe dilaporkan habis digerus air Sungai Alas. Salah seorang warga bernama Tono memaparkan bahwa sejak pukul 00.00 WIB air Sungai Alas mulai naik. Ia mendengar suara gemuruh batu yang datang bersamaan dengan banjir bah tersebut, ungkapnya kepada wartawan Aceh Tenggara.

Terkait kerugian, diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Persawahan warga yang tinggal beberapa hari lagi memasuki masa panen ikut terendam banjir, begitu juga tanaman jagung di berbagai lokasi.

Sementara itu, akses hubungan Kutacane–Blangkejeren (Gayo Lues) putus akibat badan jalan nasional di Desa Bener Bepapah, Kecamatan Ketambe, berubah menjadi aliran sungai. Puluhan rumah rusak dan ambruk, serta satu jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe–Kuning Abadi, Darul Hasanah juga putus diterjang derasnya arus Sungai Alas. Tempat berjualan warga di Lawe Sekerah juga ambruk dan hanyut digerus arus.

Informasi terakhir yang dihimpun media, jumlah korban meninggal yang sebelumnya 23 orang kini bertambah menjadi 26 jiwa. Salah satu ponpes di Seldok, Aceh Tenggara, dilaporkan hancur dihantam bebatuan dan gelondongan kayu dari area pegunungan. Peristiwa ini menelan korban, termasuk seorang ustaz. Sebagian besar korban telah ditemukan, namun proses evakuasi terkendala sulitnya akses.

Dari data sementara, korban selamat tercatat 10 orang, 10 orang meninggal dunia, dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Jalur menuju Ketambe, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues hingga kini masih terisolir dan tidak dapat dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2.
(sadikin)

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhri Buka Musrenbang Kecamatan Lawe Sigala-Gala, 27 Usulan Prioritas dan 11 Program Strategis Disepakati
Polres Aceh Tenggara dan Mahasiswa STIK 83/WPS Hadirkan Senyum dan Harapan Lewat Trauma Healing di Simpur Jaya
Polres Aceh Tenggara dan STIK 83/WPS Hadir di Tengah Masyarakat Lewat Saweu Munasah Ramadhan
Rangkul Pers dan Tokoh Agama, Polres Aceh Tenggara Salurkan Daging Meugang Sambut Ramadan 2026
Tilep Dana BLT Rp Miliaran, Jaksa Didesak Seret Kepala Desa Lawe Beringin Horas ke Meja Hijau
Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Amankan Dua Pelaku
Kejaksaan Dituntut Transparan, Warga Desa Lawe Beringin Horas Curiga Audit Hanya Formalitas
Pajri Gegoh: Unjuk Rasa yang Diduga Ditunggangi Pengedar Narkoba Adalah Pengkhianatan Terhadap Gerakan Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:58 WIB

Siaga Hadapi Perkembangan Situasi, Dandim 1410/Bantaeng Pimpin Apel Siaga dan Ajak Personel Aktif Mengikuti Informasi TNI AD

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:40 WIB

Safari Ramadhan di Eremerasa, Bupati Bantaeng Serahkan Bantuan untuk Masjid Nurul Muttaqin

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:35 WIB

Berharap Keberkahan, Riders Muslim Bantaeng Berbagi Takjil Gratis di Masjid Nurul Mu’min

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:14 WIB

Terik Tak Halangi Prajurit dan Warga Wonosari Rampungkan MCK Program TMMD 127

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:42 WIB

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:32 WIB

Kolaborasi Dengan Mahasiswa, Polres Bantaeng Berbagi Takjil

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:25 WIB

Babinsa Koramil 1410-01/Bissappu dan Komduk Gelar Patroli Siskamling, Wujudkan Semangat Bantaeng Bisa

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:40 WIB

Diduga Jadi Korban Fitnah dan Intimidasi, Indra Minta Polisi Bertindak Tegas

Berita Terbaru