Teropongbarat.com// Lombok Utara, NTB –Kondisi memprihatinkan dialami anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Dusun Kebaloan, Desa Batu Rimpang, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara pada 14 Januari 2026 Para siswa terpaksa menunggu berjam-jam di tepi sungai saat pulang sekolah akibat luapan air sungai yang deras, terutama saat hujan turun tanpa henti.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur Kebaloan–Batu Rimpang, yang merupakan akses utama penghubung antar desa di Kecamatan Bayan. Ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air sungai meluap tinggi sehingga tidak dapat dilintasi oleh para siswa maupun warga.
Anak-anak sekolah terlihat berdiri di tengah hujan, menunggu air sungai surut demi keselamatan mereka. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, mengingat jembatan penghubung di lokasi tersebut diketahui telah ambruk sejak tahun 2017, namun hingga kini belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat Dusun Kebaloan dan Dusun Baru Sepolak menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, dalam memperbaiki infrastruktur vital tersebut. Padahal, jalan dan jembatan ini merupakan akses utama bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat setempat.
Salah seorang warga Kebaloan menyampaikan harapannya agar pemerintah segera menganggarkan perbaikan jembatan tersebut.
> “Seharusnya jalan dan jembatan ini menjadi prioritas utama perhatian pemerintah, karena merupakan jalur penghubung antar desa dan sangat vital bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak agar keselamatan anak-anak dan warga tidak terus terancam setiap musim hujan tiba.
Redaksi//
Teropongbarat.com
(Investigasi)
















































