LANGKAT,Teropong Barat.com — Forum Lalu Lintas Kabupaten Langkat mulai mematangkan rencana penguraian kepadatan kendaraan di wilayah Stabat. Pada Selasa (03/02/26), tim gabungan melakukan survei lapangan untuk memetakan jalur alternatif baru dan titik pembangunan Pos Terpadu.
Survei difokuskan pada ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar rencana 10 meter yang menghubungkan kawasan kebun di samping SMKN 1 Stabat menuju Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai. Jalur ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk memecah penumpukan arus kendaraan pada jam sibuk.
Selain akses jalan, tim juga mengecek lahan seluas 2 rante di Kebun Kwala Bingai yang akan difungsikan sebagai Pos Terpadu. Pos ini nantinya akan menjadi pusat koordinasi pelayanan, pengaturan, serta pengawasan keamanan bagi pengguna jalan.
*Sinergi Lintas Sektoral*
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Kadis Perhubungan Langkat, Kadis Perkim, serta perwakilan PTPN I Regional I. Kasat Lantas Polres Langkat, AKP MHD Tommy Franata, menjelaskan bahwa perencanaan ini harus berbasis analisis teknis yang matang.
“Survei ini untuk memastikan perencanaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jalan alternatif akan mengurangi kepadatan, sementara Pos Terpadu mempercepat respons petugas di lapangan,” ujar AKP Tommy.
Senada dengan itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menegaskan komitmennya dalam mendukung infrastruktur yang berkeselamatan. Menurutnya, keselamatan lalu lintas memerlukan integrasi antara fisik jalan, rekayasa arus, dan kehadiran personel.
Dengan rampungnya survei ini, Forum Lalu Lintas Langkat optimistis pembangunan tersebut dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta menciptakan mobilitas yang lebih aman dan tertib bagi warga Stabat.
(Redaksi)
















































