Sambutan di Seskoad Bandung, Ketua PH PHDI Jabar: Jadikan Pura sebagai Sarana Mesimakrama

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 4 Februari 2024 - 19:14 WIB

40505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Ketua PH PHDI Provinsi Jawa Barat, Brigjen (Purn) I Made Riawan, S.Psi, M.I.P memberi sambutan pada pujawali Pura Wira Natha Dharma Seskoad Bandung, Sabtu (03 Februari 2024).

Sambutan ini merupakan rangkaian dari upacara Piodalan ke XVII Pura Wira Natha Dharma Seskoad Bandung yang jatuh Pada hari Sabtu Kliwon, Wuku Wariga, tanggal 03 Februari 2024.

Mengawali sambutannya, Made menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purna kepada Mayjen TNI I Ketut Duara, S.E, M Tr (Han) dan keluarga, selamat kembali mengabdi kepada masyarakat dan keluarga tercinta, semoga selalu di berikan kesehatan, panjang umur dan anugerah serta lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Kesempatan ini, Made menjelaskan sedikit tentang Pengertian Upacara dan Piodalan Istilah Upacara sendiri berasal dari kata Sansekerta yaitu: “Upa” artinya sekeliling dan “Cara” artinya aktifitas. “Jadi pengertian Upacara adalah : aktifitas sekeliling kehidupan manusia dalam usaha untuk menghubungkan dalam diri manusia dengan Hyang Widhi,” ujar salah satu Putra Terbaik Bali ini melalui keterangannya, Minggu (4/1).

Kemudian Pengertian Piodalan sendiri berasal dari kata wedal, kata Made , wedal sendiri adalah keluar atau lahir.

“Masyarakat Hindu biasanya menyebut kata Piodalan dengan sebutan Odalan, Istilah Odalan adalah salah satu hari raya besar dalam pelaksanaan upacara keagamaan yang dilakukan oleh umat Hindu, sebagai peringatan hari lahirnya atau hari ulang tahun sebuah tempat suci (Pura) umat Hindu,” imbuhnya.

Made juga berpesan, mari makna dari piodalan ini kita jadikan sebagai upacara mensucikan Pura, Kita Mengucapkan Terimakasih Kpd Ida Sanghyang Widhi Wasa dan kegiatan untuk mendapat Karma yang lebih baik serta Sebagai ajang untuk mesimakrama.

Pada era globalisasi dan perkembangan tehnologi saat ini, kita yang diperantauan jarang melakukan kegiatan tatap muka secara langsung, sebagian besar kegiatan kita melalui media sosial.

Khusus bagi generasi muda hindu dengan mesimakarama secara langsung selesai pelaksanaan persembahyangan adalah kesempatan untuk saling kenal satu sama yang lainnya.

Kata Made dalam memotivasi generasi muda Hindu, “Ketika kalian memilih berarti kalian belum mencintai, dan sebaliknya jika kalian sudah jatuh cinta, kalian tidak akan mampu memilih. Orang yang kalian cintai bisa tinggal di dalam hatimu tapi tidak hadir di dalam realita kehidupan. Setiap malam engkau menyanyikan lagu-lagu cinta di dalam hatimu, tetapi tidak ada satupun orang yang mengetahuinya, oleh karena itu untuk diketahui oleh orang selesai persembahyangan inilah disana kalian manfaatkan waktu yang ada untuk mesimakrama”.

Pada akhir dari sambutannya, dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024, Pura atau tempat ibadah tidak boleh di gunakan untuk kegiatan politik praktis, kemudian pura dapat digunakan secara maksimal sebagai tempat ramah anak dan ramah untuk umat, serta dalam menyambut tahun toleransi pura dapat digunakan sebagai rumah moderasi beragama, terakhir diharapkan umat hindu bijak dalam menggunakan segala bentuk media sosial, jangan hanya gara-gara medsos dapat memecah belah persatuan dan kesatuan umat hindu di Provinsi Jawa Barat.

Hadir pula dalam kegiatan saat Pujawali tersebut, Komandan Seskoad, Mayjen TNI I Ketut Duara bersama istri, Mayjen TNI Purn Nengah Kastika, Brigjen TNI IGBN Tejasukma, Ketua PHDI Kota Bandung, Ketua PSN Korwil Prov Jabar, Ketua BKH Prov Jabar, Pengurus PHDI Prov Jabar, Ketua Banjar dan Ketua Tempek se-Bandung Raya, serta umat Hindu Bandung Raya dan sekitarnya. (Red).

Berita Terkait

Pakar Pengobatan Tradisional Adv. Sebir Geram: Praktik Vulgar dan Ilegal Ancam Masyarakat!
Sertifikat Kios ‘Disandera’ Puluhan Tahun di Balik Kredit Macet, Pembeli Resmi Teriakkan Ketidakadilan di Pasar Induk Caringin
Tragedi Kemanusiaan Terbesar Bandung: Toko Obat Ilegal Karasak Hancurkan Masa Depan Bangsa, Wali Kota Diminta Bertanggung Jawab
“MTQ Kota Subulussalam IX di Longkib: Semua Bergerak, Satu Tujuan – Prestasi dan Amal Jariyah”
Kritik Muncul Usai Gubernur Dedi Mulyadi Sebut Tak Perlu Gandeng Media, Dianggap Hanya Fokus pada Popularitas Digital
Ketua Pokja Wartawan KBB Minta Pengawasan Ketat dan Akuntabilitas Penggunaan Dana Pembangunan Gedung DPRD
Satu Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Subulussalam Tetap Misteri, Bocah Meninggal Dunia
Mantan narapidana Terorisme dukung Realisasi Program Pemerintah swasembada Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 09:06 WIB

TIM PENANGGULANGAN LONGSOR TEMBUS SIBONGKARAS: 12 JAM PERJALANAN DARAT LAWAN MATERIAL LONGSOR

Sabtu, 29 November 2025 - 08:11 WIB

Akses Lagan–Pagindar Terputus, BPBD Pakpak Bharat Gerak Cepat Tangani 41 Titik Longsor

Rabu, 26 November 2025 - 13:33 WIB

Hujan Deras Picu Serangkaian Longsor di Pakpak Bharat, Akses Antardaerah Terputus

Selasa, 25 November 2025 - 19:28 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Peringati Hari Guru 2025

Jumat, 21 November 2025 - 21:09 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Percepat Pengembangan Hortikultura Lahan Kering Lewat Program HDDAP 2025

Kamis, 20 November 2025 - 22:01 WIB

Gebrakan Literasi! BINDELLA PAKPAK Menang Juara Harapan III Tingkat Sumut

Rabu, 19 November 2025 - 19:44 WIB

Bupati Pakpak Bharat Hadiri Penandatanganan MoU Pidana Kerja Sosial se-Sumatera Utara

Sabtu, 15 November 2025 - 15:07 WIB

Bupati Pakpak Bharat Bagikan Bibit untuk Puluhan Kelompok Tani

Berita Terbaru