Catatan Arifin Rao
Subulussalam Aceh, teropongbarat.co. Haji Rasyid Bancin (HRB), Wali Kota Subulussalam, bukanlah sosok yang hanya duduk manis di kursi kepemimpinan. Ia adalah pemimpin yang bergerak, berlari bahkan, meniti tangga-tangga birokrasi pusat demi satu tujuan: menyelamatkan Subulussalam dari jeratan defisit dan membangun daerahnya menuju masa depan yang lebih gemilang.
Jejak digitalnya—dari media online hingga medsos—menceritakan kisah perjalanan dinamisnya. Pertemuan demi pertemuan dengan para menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar formalitas, melainkan strategi terukur untuk mengamankan suplai anggaran. Di usia muda, HRB telah menunjukkan kecerdasan politik dan kemampuan membangun jejaring yang kuat, baik di Aceh maupun di pusat pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuannya dengan Kementerian Kesehatan, misalnya, bukan sekadar basa-basi. Dengan lugas dan terstruktur, HRB memaparkan kondisi riil layanan kesehatan di Subulussalam, menawarkan solusi berbasis data dan sejarah, serta mengajukan tiga poin krusial: peningkatan infrastruktur dan alat kesehatan, peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan, dan beasiswa kesehatan. Ini bukan sekadar permintaan, melainkan sebuah rencana terukur untuk membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Langkah serupa juga dilakukan HRB dalam kunjungannya ke Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Sosial. Setiap kunjungan, ia membawa misi yang jelas: memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat Subulussalam, dari sektor ekonomi hingga kesejahteraan sosial.
Tujuan dan Sasaran Lobby Pusat:
Tujuan utama HRB adalah mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat dan Aceh untuk mengatasi defisit dan mempercepat pembangunan di Subulussalam. Sasarannya sangat terukur: peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan berbagai sektor pembangunan.
Keuntungan bagi Subulussalam:
Keuntungannya jelas: Subulussalam akan mendapatkan akses terhadap sumber daya dan pendanaan yang lebih besar, memungkinkan percepatan pembangunan di berbagai sektor. Ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, dan transformasi Subulussalam menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera.
HRB bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang pejuang pembangunan. Dengan strategi dan langkah yang terukur, ia sedang menulis kisah sukses pembangunan Subulussalam, satu bata demi bata, dari pusat pemerintahan.(*).