Kutacane, TeropongBarat.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa melalui pelaksanaan Program Pokok PKK. Salah satu buktinya adalah penetapan Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, sebagai desa binaan dalam program Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar). Penetapan ini dilakukan pada Rabu, 28 Mei, dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, SE, MM.
Dalam keterangannya kepada Waspada.id pada Kamis pagi (29/5), Bupati Salim Fakhry menyampaikan bahwa program Gammawar merupakan bagian penting dari gerakan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) yang bertujuan membangun desa dengan pendekatan terpadu, sistematis, dan berkelanjutan. Menurutnya, program ini bukan sekadar seremoni penetapan desa binaan, tetapi menjadi sarana konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui kegiatan yang terkoordinasi dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi,” ujar Bupati Salim Fakhry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, penerapan sepuluh program pokok PKK akan dijalankan secara maksimal melalui empat kelompok kerja (Pokja), yakni Pokja I hingga Pokja IV. Masing-masing Pokja memiliki peran dan tanggung jawab dalam bidang tertentu, seperti pendidikan keluarga, kesehatan, sandang pangan, hingga lingkungan hidup. Dengan penguatan peran Pokja, diharapkan seluruh potensi masyarakat desa dapat diberdayakan secara optimal.
“Kita sama-sama dapat membangun desa dengan memberdayakan masyarakat desa sehingga menjadi desa binaan Gammawar,” jelasnya lagi.
Tak hanya sekadar penunjukan, Bupati juga mengingatkan agar setiap Pokja senantiasa menjalin koordinasi aktif dengan instansi terkait. Sebagai contoh, dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD), Pokja diharapkan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan. Begitu juga dalam hal pemanfaatan lahan dan kegiatan pertanian, perlu dilakukan komunikasi dan sinergi dengan Dinas Pertanian. Selain itu, koordinasi juga penting dilakukan dengan berbagai dinas lainnya sesuai kebutuhan kegiatan lapangan.
“Fungsi koordinasi ini penting agar semua kegiatan yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi dan mendukung satu sama lain,” tegasnya.
Lebih jauh, Salim Fakhry menyampaikan harapan besarnya agar Desa Lawe Sagu Hulu dapat memberikan hasil maksimal dan menjadi perwakilan terbaik Kabupaten Aceh Tenggara dalam penilaian Gammawar di tingkat Provinsi Aceh. Ia menyebutkan, pencapaian prestasi di tingkat provinsi bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa.
“Harapan saya, kita semua bekerja keras, kompak, dan saling mendukung agar desa ini bisa meraih juara di tingkat provinsi. Ini bukan hanya prestasi TP PKK atau pemerintah, tapi keberhasilan seluruh masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Penetapan Desa Lawe Sagu Hulu sebagai desa binaan Gammawar menandai langkah awal menuju pembangunan desa yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing. Dengan semangat gotong royong dan sinergi antar elemen, diharapkan program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan membawa perubahan positif yang berkelanjutan. (Sadikin)