Koperasi Merah Putih di Muara Batu-Batu: Dugaan KKN dan Pelanggaran Demokrasi Mengguncang Desa

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 31 Mei 2025 - 01:01 WIB

40100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh, 30 Mei 2025 – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kampung Muara Batu-Batu, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, dibayangi kontroversi. Proses pembentukan yang seharusnya demokratis dan transparan, justru diwarnai dugaan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dan penunjukan pengurus yang tidak melibatkan seluruh warga.

Amanat Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi, tampaknya belum sepenuhnya terwujud di Muara Batu-Batu. Sejumlah warga memprotes keras proses pembentukan Koperasi Merah Putih yang dinilai tertutup dan hanya melibatkan segelintir orang, diduga kerabat dekat kepala desa dan panitia. Ketua, Sekretaris, dan Bendahara koperasi ditunjuk langsung tanpa melalui pemilihan yang demokratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alpian, tokoh masyarakat setempat, mengecam keras tindakan tersebut. “Musyawarah kampung seharusnya melibatkan semua warga, bukan hanya segelintir orang yang dekat dengan penyelenggara. Ini jelas bertentangan dengan semangat koperasi dan asas demokrasi desa,” tegas Alpiana. Ia mendesak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Subulussalam untuk menyelidiki dan memastikan legalitas koperasi tersebut sebelum memberikan pengesahan.

Warga berharap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) segera turun tangan, memberikan teguran keras kepada kepala desa dan panitia, serta membatalkan pembentukan koperasi jika terbukti sarat KKN. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepala desa maupun panitia terkait tudingan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan dan mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat melalui koperasi secara adil dan demokratis. Kejelasan dan transparansi dari pemerintah daerah sangat dinantikan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (Anton tin).

Berita Terkait

CV Lae Saga Group Buat Ulah Lagi, Warga Belukur Makmur dan Kepala Mukim Binanga Justru Dituding Pencuri di Kebun Sendiri
Diduga Dana Ketahanan Pangan Mar-up di Desa Pulo Belen, Warga Minta APH Audit Rekening Desa
Polres Subulussalam Ucapkan Dirgahayu ke-21 untuk Densus 88 Anti Teror Polri
Kejari dan Pemko Subulussalam Pastikan Lokasi Pembangunan Gedung MBG dan Proyek Strategis Nasional
Sengketa Lahan Sawit di Desa Belukur, Masyarakat dan CV Lae Saga Group Saling Kliem, Mukim Binanga Bela Hak Rakyat
Cinta Terlarang & Vonis Hakim Saiful Hanif di Proyek Fiktif Subulussalam yang Sarat Kejanggalan
Penganiayaan Berujung Maut di Penginapan Jambu Alas Kota Subulussalam, Motifnya Belum Diketahui
CV Lae Saga Diduga Caplok Lahan Warga Kampong Belukur, Kepala Mukim Binanga Bela Hak Masyarakat Adatnya

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:46 WIB

Memakmurkan Masjid, Personel Koramil 1426-01/Polut Safari Shalat Subuh Berjamaah

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:53 WIB

Semarak Sunmori Merdeka 2025: Gubernur Al Haris Riding Bersama Biker Jambi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:47 WIB

Gubernur Al Haris Kunjungi Sekolah Rakyat Kota Jambi: Pastikan Pelaksanaan Sekolah Rakyat Sesuai Arahan Presiden

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:45 WIB

Gubernur Al Haris Dukung Pembinaan Atlet Muda Jambi Lewat Piala Soeratin

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:43 WIB

Gubernur Al Haris Bahas Infrastruktur Jambi Bersama Bupati/Walikota dan Balai PUPR

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:41 WIB

Dorong Percepatan Program Nasional, Al Haris: Apapun Program Pemerintah Pusat Jambi Harus Terdepan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:38 WIB

Jajal Tol Pijoan-Sebapo-Bayung Lencir, Al Haris Harap Persoalan Lahan di Sumsel Cepat Selesai

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:36 WIB

Gubernur Al Haris Tekankan Percepatan Reforma Agraria di Jambi

Berita Terbaru