Longkib, Subulussalam, teropongbarat.co. Dalam nuansa hangat dan penuh semangat gotong royong, Aula Rapat Kecamatan Longkib menjadi saksi awal dari ikhtiar besar masyarakat Kota Subulussalam: pembentukan panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-9 tingkat kota. Siang hari di aula telah dipenuhi cakap-cakap hangat yang menandakan tekad bersama: mensukseskan MTQ bukan hanya sebagai ajang seremonial, melainkan sebagai momentum kebangkitan syiar Islam dan kualitas generasi Qur’ani di tanah Subulussalam.(10 Juni 2025).
MTQ ke-9 Kota Subulussalam tahun ini direncanakan akan digelar di Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib — sebuah kawasan yang dikenal dengan keramahtamahan masyarakatnya serta semangat religius yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Rapat pembentukan panitia ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan perwakilan lintas sektor, mulai dari Dinas Syariat Islam, Ketua LPTQ Kota Subulussalam Jaminuddin, S.Pd, Camat Longkib Hal Haris, S.P., M.M, Mukim Longkib Asmirul, utusan Kodim 0118, Kapolsek Longkib AKP Hasan Basri, hingga Kepala Kampong Lae Saga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Kepala Dinas Syariat Islam menegaskan bahwa kunjungan ke Kecamatan Longkib bukan hanya untuk mengawal pembentukan panitia, tetapi juga untuk meninjau langsung kesiapan di lokasi penyelenggaraan di Kampong Lae Saga. “Kita ingin memastikan bahwa semangat MTQ ini hadir dari tengah masyarakat, dari desa, dari dusun. Inilah kekuatan Subulussalam,” ujar beliau.
Ketua LPTQ Kota Subulussalam, Jaminuddin, S.Pd., menambahkan bahwa kualitas penyelenggaraan menjadi fokus utama. “MTQ bukan semata sukses panggung, tapi sukses kualitas. Kita ingin peserta yang betul-betul berkualitas agar saat melangkah ke tingkat provinsi, kita membawa harapan dan potensi kemenangan,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan pemondokan dewan hakim dan pembentukan LPTQ desa sebagai ujung tombak persiapan teknis di tingkat lokal.
Sebagai penutup, Camat Longkib, Hal Haris, S.P., M.M., menekankan pentingnya pembentukan panitia lokal dari kecamatan yang akan menjadi garda terdepan pelaksanaan. “MTQ bukan hanya urusan kota, ini kebanggaan kampong, ini kehormatan Longkib. Maka kita harus tunjukkan kesiapan dari segala lini,” pesannya, sebelum musyawarah ditutup dengan doa.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga, Longkib menapaki jalan persiapan MTQ ke-9 sebagai tuan rumah yang tak hanya siap menyambut tamu, tapi juga siap mengukir sejarah baru. Subulussalam bersatu, Qur’ani bersinar.
— Anton Tin, Longkib – Subulussalam