LANGKAT, Teropong Barat.com | Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan Langkat (Gemapala) mengkritik keras Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat atas dugaan pemborosan dana sebesar Rp 350 juta untuk kegiatan outbound para kepala sekolah. Menurut Ukurta Toni Sitepu, pendiri Gemapala, anggaran tersebut dinilai tidak urgen dan lebih baik digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.
“Dengan kondisi gedung sekolah yang jauh dari kata layak, pemerintah Kabupaten Langkat khususnya Dinas Pendidikan nyata telah gagal menjalankan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Ukurta Toni Sitepu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gemapala juga menyoroti kondisi bangunan SDN Kwala Serapuh yang memprihatinkan, dengan kerusakan pada kursi meja siswa, plafon dan jendela ruang kelas, sanitasi yang tidak layak, dan halaman sekolah yang banjir saat hujan.
“Lebih penting mana, outbound atau renovasi bangunan sekolah? Jawaban saya, renovasi bangunan sekolah jauh lebih penting,” tegas Ukurta Toni Sitepu.
Gemapala mendesak Dinas Pendidikan Langkat untuk transparan dan profesional dalam mengelola anggaran dan meminta mereka untuk mengajak masyarakat melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan.
( Redaksi)