Subulussalam, teropongbarat.co. Momen penuh makna berlangsung di Jongkong, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Sebuah tiang bendera peninggalan nasionalis sejati, almarhum Merah Sakti – mantan Wali Kota Subulussalam dua periode – kembali menjadi saksi sejarah. Tiang yang dulu didirikan untuk menanamkan jiwa nasionalisme, kini kembali berkibar dengan gagahnya Sang Saka Merah Putih.
Keunikan sekaligus haru tercipta ketika seorang mantan kombatan GAM, dengan penuh khidmat berdiri tegak menaikkan bendera, bersama-sama mengibarkan Merah Putih. Pemandangan ini seakan meruntuhkan sekat masa lalu, menggambarkan betapa semangat kebangsaan mampu merangkul semua lapisan masyarakat. Ujar seirang sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Merah Putih adalah milik kita bersama. Dulu kita pernah berbeda, tetapi hari ini kita berdiri untuk Indonesia,” ucap salah satu kombatan dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Kibaran bendera di Jongkong Sultan Daulat bukan hanya simbol seremonial, melainkan bukti nyata bahwa semangat persatuan, persaudaraan, dan nasionalisme tengah tumbuh subur kembali di Kota Subulussalam. Generasi muda yang hadir menyaksikan, diyakini akan mewarisi pesan luhur: bahwa bangsa ini kuat karena berdiri di atas perbedaan yang dipersatukan oleh Merah Putih.
Di tengah derasnya arus globalisasi, momen sederhana ini justru menghadirkan getaran jiwa yang dalam. Kota Subulussalam menunjukkan bahwa sejarah, persatuan, dan nasionalisme adalah kekuatan utama untuk membangun masa depan yang lebih baik Aceh-Indonesia. //Tim Inv.