Terkait RSUD Obat Kosong, dr Risdianty Saragih: Obat Itu Tidak Sustainable

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Minggu, 26 Januari 2025 - 08:45 WIB

40291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Kontraversial dari pernyataan Manajemen RSUD Kota Subulussalam menanggapi pernyataan dr. Risdianty Saragih, spesialis penyakit dalam yang menyebutkan adanya kekosongan obat penting untuk pasien. Pernyataan tersebut dinyatakan tidak benar oleh Kepala Instalasi Farmasi RSUD, dari Dwi Darmianty Lubis, S.Farm. (25/01/2025).

Menurut Dwi, klaim yang disampaikan dr. Risdianty di media sosial hanya sepihak dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Dari delapan item obat yang diresepkan, 6 tersedia dan 2 lagi langsung di upayakan di hari itu juga,untuk Inhaler tidak ada di resepkan oleh dokter tersebut pihak RSUD selalu berupaya mencari alternatif, termasuk dari apotek pendamping dengan dana kasir jika diperlukan.
“Obat untuk pasien tetap kami prioritaskan. Jika ada kekurangan, kami selalu upayakan pemenuhan dari sumber lain,” ujar Dwi Darmianty Lubis.
Pernyataan tidak bertanggung jawab ini menjadi sorotan karena dapat merusak citra rumah sakit dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebagai ASN, dr. Risdianty Saragih seharusnya memahami batasan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang mengatur bahwa PNS wajib menjaga integritas, kehormatan, dan kepercayaan terhadap pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak manajemen rumah sakit umum malah menganggap Kritikan tanpa dasar yang dilontarkan di ruang publik bukan hanya melanggar etika profesi, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.

Padahal menurut dr. Risdianty Srgh. Sp. PD “obat di rumah sakit tidak selalu stanby, obat itu tidak sustainable seperti bulan ini obat A kosong, bulan berikutnya Obat B kosong seterusnya seperti itu, setiap bulannya. Begitulah seterusnya.” Ujar dr. Spesialis tersebut.

“Bahkan beberapa obat kosong sudah lama. Kalau yang kosong hanya vitamin aja, kami tidak komplin pak. Yang komplin kami obat-obat penting kosong.” Ujar dr. Risdianty ahli penyakit dalam tersebut.

Saat ditanyakan terkait pengadaan obat dr spesialis ini menjawab “Ditanya ke bidang pemesanan saja, karena dokter Spesialis tidak terlibat di pemesanan obat. Ada pejabat nya
Pengadaan barang dan obat di rumah sakit, ada juknis dan regulasi resminya. Tidak sembarangan
Karena itu uang APBN. Silahkan ditanya ke bidang pemesanan saja pak bagaimana mereka menyiasati nya.” Kata dr Spesialis penyakit dalam tersebut.

Dipernyataan manajemen RSUD “Pernyataan tidak bertanggung jawab itu menjadi sorotan karena dapat merusak citra rumah sakit dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebagai ASN, dr. Risdianty Saragih seharusnya memahami batasan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang mengatur bahwa PNS wajib menjaga integritas, kehormatan, dan kepercayaan terhadap pemerintah.

Menurut pihak manajemen rumah sakit Kritikan tanpa dasar yang dilontarkan di ruang publik bukan hanya melanggar etika profesi, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah.

Sementata Adi Subandi Ketua LSM API(aliansi peduli insonesia) Kota Subulussalam malah membenarkan bahwa pelayanan di RSUD di Kota Subulussalam berdasarkan keluhan warga kondisinya memang sering obat yang dibutuhkan pasien kosong. ” Memang benar kok, obat sering kosong di rumah sakit itu, karena tidak becusnya pelayanan dan pengelolaan rumah sakit umum daerah” Ujar ketua LSM API itu. Dan Sudah saatnya Aparat Penegak Hukum melakukan Lidiknya atas peristiwa pengadaan obat dan regulasi yang dilanggar pengelola rumah sakit umum daerah kota Subulussalam ” Tegas Adi Subandi memberi tanggapan seriusnya. Apa yang disampaikan dr Risdianty Saragih baik dimedya online maupun medsos Fb inilah kenyataannya.” Tambah ketua aliansi peduli indonesia kota Subulussalam tersebut. //Inv.

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:46 WIB

Pendampingan Sidang Anak, Bapas Saumlaki Pastikan Hak Anak Terpenuhi

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 19:08 WIB

Proyek Swakelola UPTD Wilayah VI Coreng Citra Gubernur Lampung Mirza 

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Berita Terbaru