Mafia Sawit Ancam Warisan Raja Adil di Subulussalam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025 - 00:50 WIB

40124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh – Bayang-bayang “mafia sawit” menghantui tanah leluhur Raja Adil di Kecamatan Runding, Subulussalam. Masyarakat adat Kemukiman Binanga dan Batu Batu protes dan akan menggugat perampasan lahan mereka seluas ratusan hektar yang telah dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit pribadi secara ilegal.(21/Mei).

Kawasan ini, yang dulunya merupakan pusat kerajaan dan jalur perdagangan penting di DAS Singkil-Konbih Lae Shoraya, kini terancam kehilangan identitasnya. Bukti-bukti sejarah keberadaan kerajaan Raja Adil masih tersimpan rapi di tangan para sesepuh, namun warisan tersebut kini terancam oleh ambisi ekonomi yang tak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Data investigasi menunjukkan setidaknya 352 hektar lahan adat telah dirampas: 90 hektar di Kampung Runding, 137 hektar di Kampung Binanga, dan 125 hektar di Kampung Oboh. Padahal sebelumnya lahan-lahan ini telah diakui keberadaannya milik masyarakat kampong oleh berbagai instansi pemerintah, termasuk Dinas Pertanahan, BKSDA, BPN, Tata Praja, Muspika, dan Mukim. Saat melakukan kunjungan kerjanya secara eksplisit.

Perampasan lahan ini bukan hanya merampas mata pencaharian masyarakat adat, tetapi juga mengancam kelestarian budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Sistem pengelolaan tanah adat tradisional, seperti sistem giliran kerja dan kepemilikan bersama, terancam punah. Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat dan putusan Mahkamah Konstitusi seakan tak berdaya di hadapan kekuatan ekonomi yang tak terkendali.

Pertanyaannya, bisakah warisan kearifan lokal, kemandirian ekonomi, martabat budaya, dan kesantunan berpolitik di tanah leluhur Raja Adil tetap terjaga? Gugatan masyarakat adat ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan hak-hak masyarakat adat dan penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia. Perjuangan mereka adalah perjuangan untuk mempertahankan identitas dan eksistensi di tengah gempuran modernisasi.(*) Tim Inv.

Berita Terkait

CV Lae Saga Group Buat Ulah Lagi, Warga Belukur Makmur dan Kepala Mukim Binanga Justru Dituding Pencuri di Kebun Sendiri
Diduga Dana Ketahanan Pangan Mar-up di Desa Pulo Belen, Warga Minta APH Audit Rekening Desa
Polres Subulussalam Ucapkan Dirgahayu ke-21 untuk Densus 88 Anti Teror Polri
Kejari dan Pemko Subulussalam Pastikan Lokasi Pembangunan Gedung MBG dan Proyek Strategis Nasional
Sengketa Lahan Sawit di Desa Belukur, Masyarakat dan CV Lae Saga Group Saling Kliem, Mukim Binanga Bela Hak Rakyat
Cinta Terlarang & Vonis Hakim Saiful Hanif di Proyek Fiktif Subulussalam yang Sarat Kejanggalan
Penganiayaan Berujung Maut di Penginapan Jambu Alas Kota Subulussalam, Motifnya Belum Diketahui
CV Lae Saga Diduga Caplok Lahan Warga Kampong Belukur, Kepala Mukim Binanga Bela Hak Masyarakat Adatnya

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:51 WIB

H. Muhammad Amru: Ketua PWI Terpilih Harus Lepas dari Kepentingan Kubu-Kubuan dan Kembalikan Marwah Organisasi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Publik Menanti Langkah Kapolda Baru dalam Penanganan Kasus Faisal AMSCO

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:54 WIB

Festival Pacu Jalur 2025 Resmi Dibuka, Menteri Pariwisata Apresiasi Gotong Royong Masyarakat Kuansing

Selasa, 19 Agustus 2025 - 04:06 WIB

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Menyatakan Mbak Tutut Bisa Menyelesaikan Kebuntuan di Partai Golkar

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:41 WIB

Wanita Inspiratif Asal Langkat ,Rica Nerita Vera Hadiri Peringatan HUT ke-80 RI di Istana Negara

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:03 WIB

Indonesia Future of Learning Summit (IFLS) 2025

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 14:43 WIB

PT. RAD Indonesia Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing International dengan Menggelar Sertifikasi International CMA

Senin, 4 Agustus 2025 - 12:44 WIB

Ketua BANSER Jakarta Barat, Nurzaman Sidiq: Program Ketua Umum GP Ansor Pusat, Wujudkan Asta Cita Center Dalam Empat Program Prioritas

Berita Terbaru