Subulussalam, Aceh – Balai Pelestarian Budaya (BPB) Wilayah I Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengambil langkah aktif dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah dengan melakukan inventarisasi potensi cagar budaya dan warisan budaya di Kota Subulussalam, Aceh, pada 24–30 Mei 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat tugas Kepala BPB Wilayah I, Piet Rusdi, S.Sos, dengan mengirimkan dua petugas ahli, yakni Melisa Padang, S.S (Pamong Budaya Ahli Pertama) dan Agusranto, S.E. Mereka ditugaskan untuk mendata dan menelusuri situs-situs bersejarah serta objek warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Subulussalam dan sekitarnya.
Selama sepekan, tim BPB Wilayah I menyambangi berbagai titik budaya, termasuk Makam Sastrawan Syeh Hamzah Fansyuri Oboh di Kecamatan Runding — salah satu tokoh sastra sufi Nusantara yang diyakini berasal dari wilayah ini. Selain itu, tim juga mengadakan dialog budaya dengan tokoh masyarakat, budayawan, dan pelaku seni guna menggali informasi tentang nilai sejarah yang masih hidup dalam memori kolektif masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Melisa Padang, inventarisasi ini merupakan langkah awal menuju pelindungan budaya lokal.
“Inventarisasi ini bertujuan mendata dan melestarikan kekayaan budaya Subulussalam dan Singkil. Generasi mendatang harus memiliki pemahaman sejarah yang kuat dan akses terhadap dokumentasi budaya daerahnya,” ujar Melisa.
Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat. Tokoh lokal H. Abdul Hamid Padang (Haji Joka) bersama LSM Suara Putra Aceh turut mendampingi tim selama di lapangan. Haji Joka juga menyampaikan bahwa Subulussalam menyimpan kekayaan sejarah yang belum banyak terekspos, mulai dari cerita Kerajaan Binaga, Kerajaan Raja Mekar, hingga Kerajaan Sambo yang berpotensi menjadi cagar budaya.
“Masih banyak jejak sejarah masyarakat adat yang belum tercatat secara resmi. Kunjungan BPB Wilayah I ini membuka peluang besar untuk mengangkat warisan lokal ke panggung nasional,” tutur Haji Joka.
Inventarisasi oleh BPB Wilayah I ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap budaya daerah. Keberadaan dan pengakuan terhadap cagar budaya di Subulussalam akan memperkuat identitas lokal sekaligus memperkaya khazanah budaya nasional.// Anton Tin.