Wali Kota Subulussalam Lantik 9 Pejabat Eselon II: Titik Awal Reformasi Birokrasi?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 22:20 WIB

40100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, 20 Juni 2025 – Pemerintah Kota Subulussalam kembali menjadi sorotan publik setelah Wali Kota H. Haji Rasid Bancin (HRB) melantik sembilan pejabat eselon II dalam sebuah seremoni khidmat di ruang Sekretariat Daerah, Jumat sore. Pelantikan ini bukan semata pengisian kekosongan struktur organisasi, melainkan dinilai sebagai langkah strategis yang mengawali babak baru dalam reformasi birokrasi di penghujung masa jabatan HRB.

Sembilan nama yang dikukuhkan sebagian besar bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam. Beberapa dari mereka sebelumnya telah menjalankan fungsi sebagai pelaksana tugas dan kini menerima mandat resmi dari Wali Kota. Nama-nama tersebut antara lain Rajab, SSTP, MAP sebagai Plt Kepala Bappeda; Mhd. Ali Tumangger, SSTP, MSi sebagai Plt Kepala BPKD; Sarkani, SH sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan; Ridho Syari Yudha sebagai Plt Kepala Inspektorat; Ibnu Hajar sebagai Kepala Dinas Perhubungan; Rudi Hartono sebagai Asisten II Setdako; serta Indra dan Saripudin yang masing-masing dilantik sebagai Staf Ahli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi pelantikan berlangsung sederhana namun sarat makna. Banyak kalangan birokrat menyebut langkah ini sebagai bentuk “reshuffle senyap” yang tengah digodok HRB sebagai strategi internal untuk memperkuat jalannya pemerintahan menjelang tahun-tahun krusial ke depan. Di tengah tekanan fiskal, stagnasi pembangunan, dan fluktuasi kepercayaan publik, keputusan tersebut dianggap sebagai upaya konsolidasi struktur.

Dalam pidatonya yang bernada tajam namun membangun, HRB menegaskan bahwa pelantikan bukan soal bagi-bagi kursi, melainkan soal tanggung jawab dan keberanian mengambil peran di tengah situasi yang menuntut kejelasan arah dan integritas kinerja. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah berat yang mesti dijalankan dengan kerja nyata, bukan sekadar administrasi di atas meja.

“Jabatan ini bukan hadiah. Ini tanggung jawab besar. Di tengah defisit anggaran, melambatnya pembangunan, dan kepercayaan publik yang harus terus kita jaga, saya ingin saudara-saudara menunjukkan kerja, bukan basa-basi,” ujar HRB tegas di hadapan jajaran pimpinan dan undangan yang hadir.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja lintas sektoral, menghilangkan sekat-sekat ego dinas, dan membangun semangat kolektif demi menghadirkan perubahan riil di tengah masyarakat. Bagi HRB, birokrasi tak lagi bisa berlari lambat jika ingin menyelamatkan momentum pembangunan yang kini menghadapi tantangan besar.

“Birokrasi kita harus bergerak cepat. Masalah tidak bisa diselesaikan dengan lambat. Rakyat menunggu perubahan nyata, bukan janji di belakang meja,” tambahnya.

Pelantikan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari pengamat kebijakan, kalangan ASN, hingga masyarakat sipil. Ada yang melihatnya sebagai bentuk awal reformasi birokrasi yang sesungguhnya, sementara sebagian lainnya masih skeptis dan menilai bahwa rotasi ini hanya bagian dari manuver menjelang akhir masa jabatan.

Kini perhatian beralih kepada kinerja para pejabat yang baru dilantik. Apakah mereka akan menjawab tantangan ini dengan langkah progresif dan loyalitas kepada kepentingan rakyat, atau justru tenggelam dalam rutinitas birokrasi yang stagnan?

Satu hal yang pasti, Wali Kota HRB telah mengambil langkah. Tongkat estafet kini berada di tangan para pejabat tersebut. Publik menanti bukti, bukan lagi wacana.

Anton Tin. | TeropongBarat.com

Berita Terkait

CV Lae Saga Group Buat Ulah Lagi, Warga Belukur Makmur dan Kepala Mukim Binanga Justru Dituding Pencuri di Kebun Sendiri
Diduga Dana Ketahanan Pangan Mar-up di Desa Pulo Belen, Warga Minta APH Audit Rekening Desa
Polres Subulussalam Ucapkan Dirgahayu ke-21 untuk Densus 88 Anti Teror Polri
Kejari dan Pemko Subulussalam Pastikan Lokasi Pembangunan Gedung MBG dan Proyek Strategis Nasional
Sengketa Lahan Sawit di Desa Belukur, Masyarakat dan CV Lae Saga Group Saling Kliem, Mukim Binanga Bela Hak Rakyat
Cinta Terlarang & Vonis Hakim Saiful Hanif di Proyek Fiktif Subulussalam yang Sarat Kejanggalan
Penganiayaan Berujung Maut di Penginapan Jambu Alas Kota Subulussalam, Motifnya Belum Diketahui
CV Lae Saga Diduga Caplok Lahan Warga Kampong Belukur, Kepala Mukim Binanga Bela Hak Masyarakat Adatnya

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:51 WIB

H. Muhammad Amru: Ketua PWI Terpilih Harus Lepas dari Kepentingan Kubu-Kubuan dan Kembalikan Marwah Organisasi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:29 WIB

Publik Menanti Langkah Kapolda Baru dalam Penanganan Kasus Faisal AMSCO

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:54 WIB

Festival Pacu Jalur 2025 Resmi Dibuka, Menteri Pariwisata Apresiasi Gotong Royong Masyarakat Kuansing

Selasa, 19 Agustus 2025 - 04:06 WIB

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Menyatakan Mbak Tutut Bisa Menyelesaikan Kebuntuan di Partai Golkar

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:41 WIB

Wanita Inspiratif Asal Langkat ,Rica Nerita Vera Hadiri Peringatan HUT ke-80 RI di Istana Negara

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:03 WIB

Indonesia Future of Learning Summit (IFLS) 2025

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 14:43 WIB

PT. RAD Indonesia Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing International dengan Menggelar Sertifikasi International CMA

Senin, 4 Agustus 2025 - 12:44 WIB

Ketua BANSER Jakarta Barat, Nurzaman Sidiq: Program Ketua Umum GP Ansor Pusat, Wujudkan Asta Cita Center Dalam Empat Program Prioritas

Berita Terbaru