Jurnalis di Aceh Tenggara Kecewa, Anggaran Media Tak Kunjung Jelas

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:54 WIB

40447 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane Kekecewaan mewarnai suara sejumlah jurnalis di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) terkait ketidakjelasan pembayaran anggaran media cetak dan iklan pemerintah daerah. Hingga pertengahan tahun 2025, belum ada kejelasan ihwal pencairan anggaran tersebut, yang dinilai menjadi bentuk ketidakpedulian pemerintah terhadap keberlangsungan ekosistem media lokal.

Pada Senin, 14 Juli 2025, seorang jurnalis media cetak yang enggan disebutkan namanya menuturkan kepada wartawan bahwa kondisi ini telah berlangsung hampir dua tahun. Ia menyebut salah satu titik perhatian adalah bagian keuangan Sekretariat DPRK Aceh Tenggara, yang dinilainya mengalami stagnasi, bahkan “identik mati suri”.

“Sudah hampir dua tahun tidak ada tanda-tanda pembayaran dari lembaga itu. Kami berkali-kali menanyakan, tapi tidak pernah ada kejelasan. Bahkan pimpinan redaksi kami sudah beberapa kali mendapat sanksi dari kantor pusat karena anggaran tidak jalan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, lebih dari sepuluh jurnalis di Aceh Tenggara telah menanyakan langsung ke lembaga terkait, namun tidak memperoleh jawaban pasti. Ketidakpastian ini tidak hanya berdampak pada media secara kelembagaan, tetapi juga terhadap nasib para jurnalis yang menggantungkan sebagian penghasilan mereka dari kerja sama media dengan pemerintah.

“Kami tadinya berharap dengan pemerintahan baru ada perbaikan, minimal perhatian terhadap media. Tapi sekarang yang ada justru kami seperti diabaikan, semuanya tidak jelas,” lanjutnya.

Masalah tidak berhenti pada satu titik. Di berbagai satuan kerja pemerintahan daerah lainnya pun, para jurnalis melaporkan situasi serupa. Tidak ada kejelasan mengenai pelunasan kerja sama iklan ataupun publikasi media. Logo pemerintahan yang semula digadang-gadang membawa perubahan dan transparansi, kini justru dinilai menjadi simbol kekecewaan.

“Kami memilih karena berharap, tapi yang kami dapat malah luka. Kalau begini terus, media lokal bisa mati pelan-pelan. Ini bukan hanya soal iklan, ini soal keberlangsungan informasi publik di daerah,” tambah narasumber tersebut.

Upaya konfirmasi kepada Bupati Aceh Tenggara, menurut jurnalis itu, sudah berulang kali dilakukan. Namun setiap usaha komunikasi yang dilakukan, baik melalui jalur resmi maupun informal, tidak membuahkan hasil riil.

Sementara itu, bagian keuangan Sekretariat DPRK Aceh Tenggara ketika dikonfirmasi oleh media ini, justru memberikan respons yang mengejutkan. Seorang petugas keuangan disebut melarang awak media untuk kembali datang melakukan konfirmasi.

“Kalau mau masuk ke sini, jangan lagi. Kami tidak terima media,” ucapnya sebagaimana ditirukan oleh narasumber.

Kepala Keuangan Aceh Tenggara, Syukur Karo-Karo, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, menjawab singkat bahwa saat ini tidak ada dana yang tersedia untuk pembayaran media.

“Uangnya nggak ada. Kalau ada pun itu dipakai dulu untuk dana desa,” tulis Syukur sebagaimana disampaikan ulang oleh jurnalis yang bersangkutan.

Ketidakjelasan ini semakin memperburuk relasi antara media lokal dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Di tengah semangat demokratisasi dan keterbukaan informasi publik, jurnalis berharap adanya pembenahan struktural, termasuk penghargaan yang layak terhadap kerja-kerja jurnalistik yang telah mendukung program-program pemerintah di daerah.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Aceh Tenggara maupun pimpinan DPRK Aceh Tenggara terkait persoalan tersebut. (Sadikin)

Berita Terkait

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri
Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama
Eddy Samrah Jadi Aspidum Kejati Aceh di tunjuk Jaksa Agung
Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara
Paska Hari Raya idul Fitri 2026 Bupati Agara, HM Salim Fakhry Tandatangani SK Plt Asisten III Setdakab.
Polres Agara berhasil mengamankan Paruhbaya pengguna Sabu

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:25 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 07:29 WIB

Curi Besi Tembaga Seberat 70 Kg, Personil Polsek Bissappu Berhasil Amankan Pelaku Pencurian

Rabu, 15 April 2026 - 16:55 WIB

BRI Cabang Bantaeng Tegaskan Proses Lelang Agunan Debitur Telah Sesuai Ketentuan

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Kegiatan Posyandu, Warga Antusias Ikuti Pelayanan Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 23:00 WIB

Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris, Ketua RW Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng

Selasa, 14 April 2026 - 14:07 WIB

Pastikan Penyebab Kematian Aipda M. Taufik, Tim Otopsi Dokpol dari Biddokkes Polda Sulsel Gelar Ekshumasi

Senin, 13 April 2026 - 19:16 WIB

Dua Remaja Korban Hanyut di Air Terjun Parampangi Ditemukan Meninggal Dunia di Pesisir Pantai

Berita Terbaru