Kecamatan Longkib Siap Sambut MTQ IX, Pemerintah Kota Satukan Semangat Syiar dan Budaya

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 15:24 WIB

40353 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM Kota Subulussalam kembali menghidupkan semangat kebersamaan dalam mengamalkan Al-Qur’an lewat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, dan akan diikuti oleh enam kafilah—lima berasal dari masing-masing kecamatan, serta satu dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah HAFAS.

Pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Subulussalam. Melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara terstruktur untuk menunjang seluruh aspek kegiatan, mulai dari teknis perlombaan, konsumsi, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Kepala DSIPD, Hotma Capah, S.Ag., mengatakan bahwa anggaran tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan MTQ yang lebih berkualitas, tertib, dan bermakna. “MTQ bukan sekadar perlombaan seremonial. Ini adalah ruang syiar yang menyatukan nilai agama, budaya, dan komitmen moral kita terhadap kitab suci,” ujar Hotma saat ditemui di Subulussalam, Jumat (25/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total anggaran Rp1.200.000.000 dibagi dalam tujuh bidang utama kepanitiaan. Alokasi terbesar tercatat pada bidang Musabaqah dan Penghubung Dewan Hakim dengan nilai Rp536.950.000. Dana ini digunakan untuk pengadaan jas dan batik dewan hakim, honorarium, serta hadiah dan uang pembinaan bagi para juara. Di posisi kedua adalah bidang Sekretariat dengan alokasi Rp244.654.741. Dana ini mencakup honor panitia, pengadaan pakaian, serta keperluan administrasi seperti alat tulis dan bahan kegiatan.

Bidang Akomodasi, Konsumsi, dan Pemondokan mengelola anggaran Rp215.000.000, termasuk konsumsi harian dan pemondokan peserta, hakim, dan tamu undangan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan pelaku usaha lokal. Dukungan infrastruktur fisik difokuskan melalui bidang Tempat, Dekorasi, Sound, dan Penerangan dengan alokasi Rp161.460.000. Hingga 24 Juli 2025, realisasi kegiatan ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung sebelum hari pembukaan.

Sementara itu, bidang lain seperti Acara, Protokol, dan Kesenian (Rp14.800.000), Kebersihan dan Kesehatan (Rp11.200.000), serta Keamanan dan Ketertiban (Rp16.000.000) turut menopang jalannya kegiatan selama empat hari. Seluruh pengeluaran dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan akan dilaporkan ke instansi perpajakan.

MTQ tahun ini diharapkan tak hanya melahirkan qari dan qariah unggulan, tetapi juga memperkuat tradisi membaca dan memahami Al-Qur’an di tingkat akar rumput. Kecamatan Longkib, sebagai tuan rumah, menjadi lokasi penting karena statusnya sebagai wilayah paling selatan di Subulussalam yang selama ini kerap tertinggal dalam akses program-program keagamaan.

Hotma Capah menambahkan, penetapan panitia telah dituangkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Subulussalam. Dengan dukungan anggaran yang memadai serta koordinasi lintas sektor, pemerintah ingin memastikan MTQ kali ini berjalan dengan tertib, transparan, dan memberi dampak nyata.

“Semangat MTQ adalah semangat umat untuk membumikan Al-Qur’an, menjadikannya panduan hidup, bukan sekadar hafalan di podium. Dan itu harus dimulai dari ruang-ruang kecil seperti ini,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, MTQ di berbagai daerah mulai mendapat perhatian lebih serius. Bukan hanya karena aspek keagamaannya, tetapi juga karena perannya dalam membangun karakter kolektif masyarakat. Di Subulussalam, MTQ bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi ruang dialog antara iman, budaya lokal, dan negara—di mana warga, pemuka agama, serta pemerintah duduk dalam satu barisan. Di situlah Al-Qur’an tak lagi berdiri sebagai kitab suci yang diperlombakan, tetapi juga sebagai nilai hidup yang dijalankan. (RED)

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru