Tukang Becak yang Meninggal di Depan Kantor BRI Cabang Bantaeng Ternyata Mengidap Penyakit Ini

- Redaksi

Jumat, 8 Maret 2024 - 09:09 WIB

401,130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG TEROPONG BARAT.COM, – Hasanuddin bin Samadi berusia 50 tahun yang akrab disapa Hasan, tukang becak yang meninggal di atas becaknya, Rabu (06/03/2024), memiliki riwayat penyakit.

Ternyata, dia pernah membuat gempar warga pesisir Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu beberapa waktu lalu.

Saat itu, Hasan yang juga hobi memancing, bermaksud membeli ikan kecil untuk dijadikan umpan. Belum sempat menawar, tiba-tiba dia terjatuh tak sadarkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, warga sekitar yang datang berkerumun tidak ada yang bertindak. Mereka membiarkan Hasan terbaring di tanah.

Syamsuddin, pengunjung pelelangan ikan mengatakan, kondisi Hasan sangat memprihatinkan. Mulutnya terkunci dan terdengar mengeluarkan bunyi kertak.

Kedua tangannya mengepal dan tampak kejang-kejang. “Mungkin sangat kesakitan kasian karena dia kencingi celananya”, ujarnya.

Seorang penjual ikan yang menjadi langganan Hasan mengatakan, dirinya dan warga lainnya tidak mau memindahkan Hasan ke tempat yang lebih baik, bukan karena tega.

“Sebenarnya, kami tidak tega melihat Hasan terbaring di tanah dalam kondisi seperti itu. Cuma, kami takut ketularan penyakit yang diidapnya”, ucap beberapa warga.

Sekadar diketahui, warga setempat pada umumnya meyakini akan tertular penyakit seperti yang diderita Hasan apabila menyentuh badannya dalam kondisi pingsan.

Selain tidak mau bersentuhan kulit, warga juga sangat menghindari keringat dan air liurnya. “Jangan ada yang sentuh, nanti ketularan penyakitnya”, seru salah seorang warga.

Beruntung, selang 30 menit kemudian, tim medis dari BSB (Brigade Siaga Bencana) Bantaeng, tiba dengan menggunakan mobil ambulance.

Setelah petugas medis melakukan pemeriksaan denyut nadi, Hasan pun diangkut menuju RSUD Prof Anwar Makkatutu.

Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, kondisinya membaik. Hasan kembali ke rumahnya di Kampung Beru, RW 5, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu.

Ketua RW 5, Maring, Jumat (08/03/2024), mengatakan, berdasarkan catatan medisnya, Hasan mengidap penyankit Ayan atau epilepsi. “Dia mengidap penyakit Ayan”, ungkapnya.

Berarti, ini alasan sehingga warga di Tangnga-tanganga enggan menyentuh tubuh Hasan ketika pingsan?

Maring membenarkan, bahwa ada mitos yang berkembang di masyarakat, penyakit Ayan menular saat penderita dalam keadaan pingsan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hasan, tukang becak yang juga sebagai petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, meninggal di atas becaknya dalam posisi duduk dan bersandar seperti beristirahat.

Hasan baru diketahui telah meninggal sekitar pukul 19.15 Wita. Itu pun, nanti ada petugas dari Polres Bantaeng, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Berdasarkan informasi dari tim medis di RSUD Prof Anwar Makkatutu, dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (Opick)

Berita Terkait

Sebelum Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Sipropam Polres Bantaeng Cek Kelengkapan Administrasi Pribadi Personel
Bupati Pakpak Bharat dukung percepatan pembebasan lahan PLTA Kombih III
Bupati Bantaeng Dan Wabup Bersama Forkopimda Kompak Hadiri Rakornas 2026
Dukung Hanpangan, Babinsa Bonto Manai Laksanakan Pendampingan LTT di Lahan Pertanian
Operasi Keselamatan Pallawa 2026 Dimulai Hari Ini, Wakapolres Bantaeng Pimpin Apel Gelar Pasukan
Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan
Babinsa Desa Tombolo Laksanakan Komsos, Tekankan Keamanan dan Ketertiban Wilayah
Bupati Bantaeng Bersama Kajari Hadiri Optimalisasi Program JAGA DESA

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:29 WIB

Pakar Pers AKPERSI: Pejabat Publik yang Merekam Wartawan Saat Jalankan Tugas Jurnalistik Bisa di Proses Hukum

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru