Syahrul & Fadhil, Dua Nama Kuat di Balik Transformasi Bank Aceh Syariah

TB

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 12:31 WIB

40181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syahrul: Arsitek Strategi dan Digitalisasi Bank Aceh yang Visioner

BANDA ACEH – Syahrul, pria kelahiran Desa Keutapang, Sigli, 14 November 1979, adalah salah satu figur kunci di balik transformasi strategis dan digital Bank Aceh. Saat ini, ia menjabat sebagai Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis Kantor Pusat Bank Aceh, sebuah posisi yang memegang peran sentral dalam perumusan arah kebijakan, inovasi, dan pengembangan jangka panjang institusi perbankan daerah ini.

Dengan latar belakang pendidikan S2 Akuntansi dari Universitas Syiah Kuala, Syahrul telah membuktikan dirinya sebagai profesional tangguh dan multidimensi. Ia juga menyandang gelar sarjana dari Universitas Jabal Ghafur di bidang Informatika Sistem Komputer, menjadikannya sosok yang kuat dalam memadukan pendekatan keuangan dan teknologi dalam dunia perbankan yang terus berubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kariernya yang panjang dan beragam dimulai dari sektor operasional, sebelum kemudian dipercaya memegang berbagai posisi strategis seperti Kepala Bidang Anti Fraud, Kepala Bidang Pengendalian Sistem, hingga Pemimpin Divisi Umum. Pengalamannya membentang lintas fungsi dan bidang, membentuk kepekaan manajerial serta ketepatan analisis dalam menghadapi tantangan sektor keuangan saat ini.

Salah satu kontribusi paling monumental dari Syahrul adalah keterlibatannya dalam Tim Khusus Konversi Bank Aceh dari Konvensional ke Syariah, yang merupakan tonggak penting dalam sejarah Bank Aceh. Transformasi ini tidak hanya membawa dampak institusional besar, tetapi juga menegaskan posisi Bank Aceh sebagai pelopor bank daerah berbasis syariah di Indonesia.

Syahrul juga dikenal sebagai Ketua Tim Pengembangan Produk Digital Bank Aceh, di mana ia memimpin proses pengembangan layanan Mobile Banking dan Internet Banking. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi digitalisasi Bank Aceh yang bertujuan menjangkau nasabah lebih luas dan meningkatkan efisiensi pelayanan berbasis teknologi.

Tak hanya itu, kepakarannya di bidang manajemen risiko, cyber security, dan strategi pemasaran telah diperkuat melalui berbagai pelatihan profesional tingkat nasional dan internasional. Penguasaan multidisiplin inilah yang menjadikan Syahrul spesialis di bidang Digital Banking dan Teknologi Informasi, sebuah kebutuhan esensial di era industri 4.0 perbankan.

Dedikasinya yang tinggi, sikap rendah hati, serta kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan teknologi membuat Syahrul diakui sebagai figur inspiratif, baik oleh rekan sejawat maupun pemangku kepentingan eksternal. Di tengah tantangan era digital dan kompleksitas ekonomi syariah, ia terus menjadi lokomotif utama dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat inovasi Bank Aceh.

Dengan rekam jejak yang solid dan visi yang jauh ke depan, Syahrul tidak hanya menjadi aset berharga bagi Bank Aceh, tetapi juga representasi dari generasi pemimpin perbankan daerah yang siap membawa transformasi dan daya saing global ke level yang lebih tinggi.

Biografi Fadhil Ilyas:
Yaitu Mantan Plt Dirut Bank Aceh Kembali Dicalonkan Jadi Direktur Utama

Fadhil Ilyas, sosok profesional yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian Direktur Utama Bank Aceh, kembali mencuat ke permukaan setelah dicalonkan sebagai Direktur Utama oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP). Dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat dan gaya komunikasi yang hangat, Fadhil menjadi figur yang dianggap mampu melanjutkan transformasi Bank Aceh ke arah yang lebih progresif.

Lahir di Bangkinang pada 2 Maret 1983, Fadhil menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Kariernya di dunia perbankan dimulai dari bawah, sebagai pegawai di Kantor Cabang Pembantu Darussalam. Ketekunan dan integritas yang ia tunjukkan sejak awal menjadikannya cepat dipercaya untuk memimpin cabang-cabang penting.

Selama kariernya, Fadhil pernah memimpin unit di Idi Rayeuk, Lhokseumawe, dan Banda Aceh. Ia dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, terbuka terhadap perubahan, dan mampu merespons dinamika perbankan digital dengan inovasi pelayanan yang adaptif. Kepemimpinannya membawa dampak positif terhadap peningkatan kinerja dan citra Bank Aceh di mata publik.

Kembali dicalonkan oleh PSP menjadi calon Direktur Utama, Fadhil dinilai sebagai figur yang tepat untuk memperkuat arah strategis dan daya saing Bank Aceh. Dengan pengalaman panjang di institusi ini serta kepemimpinan yang visioner, banyak pihak berharap Fadhil mampu membawa Bank Aceh naik kelas dalam tata kelola dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
Desak Audit BBM BPBD Gayo Lues, LIRA Curigai Terjadinya Pemborosan hingga Potensi Penggunaan Fiktif
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:49 WIB

Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut 70% Siap, Siswa Lebih Aman

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru