Zamzami DPRA dan Budayawan Subulussalam Kolaborasi Strategis di Balai Pelestarian Budaya I Aceh: Upaya Konkret Menjaga Warisan Leluhur Aceh Barat Selatan

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 13:44 WIB

40122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH teropongbarat.co.| Dalam atmosfer kolaboratif yang kental akan semangat pelestarian warisan leluhur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zamzami dari Partai NasDem menggandeng sejumlah budayawan dan seniman asal Aceh Singkil dan Kota Subulussalam dalam kunjungan penting ke Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah I Aceh.(23/06).

Langkah ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi tonggak awal sinergi strategis antara pelaku budaya daerah dengan lembaga pelestari budaya nasional. Sejumlah tokoh kunci turut hadir, termasuk Masudin (seniman dari Kecamatan Longkib), Melisa Padang (perwakilan BPK Aceh), serta aktivis kebudayaan Miftah Nasution dan Pimpinan LSM Suara Putra Aceh Anton tin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan silaturahmi Balai, Zamzami menegaskan bahwa pelestarian budaya Aceh harus menyentuh seluruh lapisan wilayah secara proporsional—khususnya Aceh Barat Selatan, termasuk Aceh Singkil dan Subulussalam. “Kita berharap program-program Balai bisa lebih menyentuh akar. Para pelaku budaya jangan hanya dijadikan objek, tetapi harus diberdayakan secara menyeluruh,” tegasnya kepada awak media.

Masudin, mewakili komunitas seni Subulussalam, menyuarakan harapan besar agar kegiatan seni dan kebudayaan di Aceh Barat Selatan kembali semarak. Ia menyoroti pentingnya ekosistem budaya yang mendukung peningkatan kesejahteraan seniman melalui kegiatan yang berorientasi pada nilai, bukan sekadar seremonial. “Kami menjaga warisan adat bukan sekadar untuk eksistensi, tapi juga identitas dan harga diri masyarakat kami,” ujarnya.

Respon positif datang dari Balai Pelestarian Budaya. Melisa Padang menegaskan komitmen pihaknya untuk menjalankan pelestarian budaya sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kebudayaan,. Ia menyatakan bahwa ruang kolaborasi akan diperluas dan disesuaikan dengan potensi budaya lokal setiap wilayah. “Pelestarian harus relevan, berkelanjutan, dan menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat adat di setiap sudut Aceh,” tandasnya.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan budaya Aceh, khususnya di wilayah barat selatan, sedang bergerak menuju era baru: dari pelestarian simbolik menuju pemberdayaan substantif. Kolaborasi antara legislatif dan pelaku budaya membuka harapan agar warisan Aceh tidak sekadar dikenang, tetapi hidup, tumbuh, dan menyejahterakan.(*).

Editor: Redaksi Aceh Barat Selatan

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
Desak Audit BBM BPBD Gayo Lues, LIRA Curigai Terjadinya Pemborosan hingga Potensi Penggunaan Fiktif
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:49 WIB

Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut 70% Siap, Siswa Lebih Aman

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru