Workshop Hybrid Bea Cukai Aceh Dampingi 55 UMKM Calon Eksportir Agar Mahir Mengisi PEB dan Siap Ekspor

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 14:27 WIB

40104 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 17 September 2025 — Sebanyak 55 UMKM calon eksportir mengikuti Bimbingan Teknis Pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop Online Belajar Ekspor melalui Program Kanal BC-Aceh.

Berbeda dengan sesi sebelumnya, bimbingan teknis kali ini dilaksanakan secara offline di masing-masing kantor pelayanan dan kantor wilayah Bea Cukai di Aceh, namun tetap dipandu langsung secara online dari Kanwil Bea Cukai Aceh. Format hybrid ini memungkinkan peserta dari berbagai daerah untuk mendapatkan materi dan praktik secara merata.

Acara dibuka oleh Plh. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Rhena Desanti, yang menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mempercepat akselerasi ekspor dari Aceh. Menurutnya, bimbingan teknis ini bukan hanya memberikan pemahaman teknis terkait pengisian PEB pada aplikasi CEISA 4.0, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mendorong ekspor langsung dari Aceh serta meningkatkan perekonomian daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan ini, peserta mendapat panduan langsung mengenai tata cara pengisian PEB, mulai dari input data hingga validasi di sistem CEISA 4.0. Pendampingan dilakukan secara praktis agar para pelaku UMKM tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses ekspor sesungguhnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor. Mereka berharap melalui bimbingan teknis ini dapat membuka peluang baru untuk memperluas pasar dan bersaing di level global.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Bea Cukai Aceh dalam memberikan asistensi nyata kepada pelaku usaha. Melalui semangat MATA IE (Maju, Tangguh, Inovatif, Efisien), Bea Cukai Aceh terus berperan sebagai fasilitator perdagangan sekaligus community protector untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
Desak Audit BBM BPBD Gayo Lues, LIRA Curigai Terjadinya Pemborosan hingga Potensi Penggunaan Fiktif
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:49 WIB

Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut 70% Siap, Siswa Lebih Aman

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru