Tanoh Atjeh Menangis: Tambang Ilegal Hancurkan Hutan, SDA Aceh Rugi Miliaran – Gubernur Mualem Geram

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 20:45 WIB

40329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, teropongbarat.co | Aceh kembali berduka. Deru ekskavator yang merambah hutan dan mengeruk emas di tanah leluhur telah meninggalkan luka dalam. Tanoh Atjeh menangis. Hutan yang semestinya menjadi penyangga kehidupan justru digunduli demi tambang emas ilegal yang makin merajalela.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, angkat suara. Ia geram menyaksikan kerusakan hutan yang masif dan hilangnya potensi pendapatan daerah akibat ulah pelaku tambang ilegal.

“Semua ekskavator yang masih berada dalam hutan Aceh harus keluar. Khususnya tambang emas ilegal. Mulai hari ini saya beri waktu dua minggu. Jika masih membandel, pemerintah akan bertindak tegas,” tegas Mualem dalam konferensi pers di DPR Aceh, Kamis (25/09).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan Lingkungan, Rugi Miliaran

Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak bentang hutan Aceh, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah setiap tahun. Potensi royalti dan pajak hilang, sementara masyarakat sekitar hanya menerima dampak banjir, tanah longsor, dan rusaknya ekosistem sungai.

“Tambang ilegal selama ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi Aceh. Yang ada hanya kerusakan dan kerugian. Kita tidak bisa diam lagi,” lanjut Mualem.

Instruksi Tegas

Pemerintah Aceh akan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk menertibkan tambang emas ilegal. Bupati dan wali kota se-Aceh diperintahkan turun langsung melakukan penataan serta penertiban.

“Dalam beberapa hari ke depan saya akan keluarkan Ingub khusus. Ini perintah langsung. Kita tidak ingin hutan Aceh semakin habis, sementara rakyat tidak mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Upeti dan Bayang-Bayang Mafia

Di balik maraknya tambang ilegal, isu adanya “upeti” kepada oknum aparat dan keterlibatan perusahaan besar terus mencuat. Praktik ini membuat penertiban sering mandek di lapangan. Publik menuntut transparansi dan keberanian pemerintah untuk benar-benar memberantas mafia Tambang ditanoh rencong. //@ntoni Steven tin.

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
Desak Audit BBM BPBD Gayo Lues, LIRA Curigai Terjadinya Pemborosan hingga Potensi Penggunaan Fiktif
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:29 WIB

Pakar Pers AKPERSI: Pejabat Publik yang Merekam Wartawan Saat Jalankan Tugas Jurnalistik Bisa di Proses Hukum

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru