Kerinci – Polemik baru kembali menyelimuti penyelenggaraan turnamen sepak bola Kabupaten Kerinci. PSSI Kerinci resmi menunda laga semifinal yang sebelumnya sudah dinantikan publik. Penundaan mendadak ini memunculkan dugaan kuat adanya intrik internal untuk menggugurkan salah satu dari empat tim semifinalis.
Empat tim yang telah memastikan diri lolos ke babak semifinal adalah PS Binhar, PSB, Gelora Buana, dan PS Semurup. Namun, di tengah proses persiapan semifinal, muncul isu bahwa PS Semurup menjadi target untuk didiskualifikasi dengan alasan administrasi pemain.
Sumber internal menyebutkan bahwa persoalan administrasi tersebut sebenarnya sudah selesai sejak awal pendaftaran, namun kembali diangkat menjelang semifinal. Kondisi ini memunculkan kecurigaan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuka jalan bagi salah satu tim yang sebelumnya sudah kalah di babak delapan besar, namun diduga sedang diupayakan untuk kembali dimasukkan ke semifinal melalui jalur non-teknis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pengamat lokal menilai bahwa penundaan semifinal yang tanpa penjelasan rinci memperkuat dugaan adanya tekanan atau kepentingan tertentu dalam tubuh PSSI Kerinci. “Isu administrasi yang mendadak muncul menjelang semifinal jelas menimbulkan tanda tanya besar. Jangan sampai turnamen ini dipenuhi praktik tidak sportif dan kepentingan kelompok tertentu,” ujar salah satu pemerhati sepak bola Kerinci.
PS Semurup sendiri disebut sebagai tim yang paling dirugikan oleh dinamika ini, mengingat mereka telah lolos secara sah berdasarkan hasil pertandingan. Manajemen tim berharap keputusan apa pun nantinya tetap berpedoman pada regulasi resmi, bukan pada intrik atau manuver di balik layar.
Hingga kini PSSI Kerinci belum mengeluarkan keterangan resmi terkait alasan penundaan semifinal maupun isu diskualifikasi salah satu tim. Publik menuntut transparansi penuh demi menjaga integritas turnamen dan menghindari tuduhan bahwa kompetisi sedang diarahkan untuk menguntungkan pihak tertentu.
Situasi ini kini menjadi sorotan besar masyarakat Kerinci, dan menunggu bagaimana PSSI Kerinci menyelesaikan polemik yang berpotensi mencoreng dunia olahraga daerah.

















































