Pelanggaran Gencatan Senjata Israel-Palestina: Eskalasi Kekerasan di Jalur Gaza

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 3 Desember 2023 - 23:05 WIB

401,049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahima Kamariah

Dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata antara Israel dan Palestina, kapal angkatan laut Israel menyerang sejumlah lokasi di Jalur Gaza, termasuk pantai Khan Yunis, Al-Shati, dan Sheikh Radwan.

Pelanggaran ini terjadi pada hari terakhir gencatan senjata, mengakibatkan serangkaian serangan rudal ke rumah-rumah warga Palestina tanpa korban jiwa yang dilaporkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama tiga hari terakhir, pasukan Israel melanggar gencatan senjata kemanusiaan, menargetkan petani di sebelah timur kamp Al-Maghazi.

Tragisnya, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan tersebut. Serangan serupa terjadi di sekitar Rumah Sakit Al-Quds di Tel Al-Hawa dan menimpa seorang WNI di Beit Lahia, menambah daftar korban luka.

Gencatan senjata sebelumnya menyaksikan serangan terhadap kelompok warga yang mencoba kembali dari selatan Jalur Gaza ke utara pada hari pertama, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Selama masa ini, pasukan Israel juga menghalangi 1,7 juta pengungsi di selatan Jalur Gaza untuk kembali ke rumah mereka, menciptakan hambatan serius bagi mereka yang ingin memeriksa rumah dan properti yang sebagian besar hancur.

Meskipun ada kesepakatan antara perlawanan Palestina dan pemerintah Israel untuk gencatan senjata empat hari, kekerasan terus berlanjut, menyebabkan perpanjangan gencatan senjata selama dua hari tambahan.

Sebelum perjanjian ini, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan lebih dari 15.000 warga Palestina terluka, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 orang dewasa, dengan 36.000 lainnya mengalami luka.

Pelanggaran gencatan senjata ini menciptakan tantangan kemanusiaan yang mendalam, menggambarkan eskalasi kekerasan yang memprihatinkan di wilayah tersebut.

Penulis : Rahima Kamariah
Mahasiswa Magister Hukum Universitas Syiah Kuala 2022

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting
Profesor Doktor Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Prabowo Bercermin Perang Dunia Persiapkan Peralatan Worning Keselamatan Negara NKRI urgent!!
Ubed Putra Asal Sampang Mengukir Sejarah dan Membanggakan Dunia Bulu Tangkis Indonesia 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, SEMPU XXV-Q Ikuti Pelatihan Explosive Hazards Awareness
Pererat Persahabatan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan Batalyon 3 RAMD Malaysia Sukses Gelar Patkor Seri I 2025
Mahasiswa Program Doktor KPI UINSU Ikuti ICAS 2025 di USM Penang Malaysia
Kedisiplinan Orang Jepang Patut Diteladani
Ketua Investigasi DPP TOPAN RI Perwakilan Rohil Bersama Puluhan Nelayan Tolak Keberadaan Teng Kerang

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:45 WIB

Bupati Aceh Singkil Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Aceh atas Dukungan Pembangunan Jalan Kuala Baru dan Ujung Bawang

Senin, 22 Juni 2026 - 14:19 WIB

Jaga Keharmonisan Desa, Babinsa Kaloling Kodim 1410 Bantaeng Ajak Warga Tingkatkan Kerukunan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:14 WIB

Melalui Semangat Muharram, Kodim 1410/Bantaeng Bangun Karakter Prajurit Yang Beriman dan Berdedikasi

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Bentuk Kepedulian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Satlantas Polres Bantaeng Salurkan Bantuan Sosial

Senin, 22 Juni 2026 - 00:31 WIB

Turnamen Mobile Legends Resmi Ditutup Kapolres Bantaeng

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:57 WIB

Dukung Sensus Ekonomi 2026,Wakil Bupati Langkat Tiorita Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:28 WIB

Tutup Turnamen Voli di Bahorok,Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti: Atlet Terus Asah Prestasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:26 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Parang Loe Rutin Komsos di Wilayah Binaan

Berita Terbaru