Pelanggaran Gencatan Senjata Israel-Palestina: Eskalasi Kekerasan di Jalur Gaza

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 3 Desember 2023 - 23:05 WIB

40928 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahima Kamariah

Dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata antara Israel dan Palestina, kapal angkatan laut Israel menyerang sejumlah lokasi di Jalur Gaza, termasuk pantai Khan Yunis, Al-Shati, dan Sheikh Radwan.

Pelanggaran ini terjadi pada hari terakhir gencatan senjata, mengakibatkan serangkaian serangan rudal ke rumah-rumah warga Palestina tanpa korban jiwa yang dilaporkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama tiga hari terakhir, pasukan Israel melanggar gencatan senjata kemanusiaan, menargetkan petani di sebelah timur kamp Al-Maghazi.

Tragisnya, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan tersebut. Serangan serupa terjadi di sekitar Rumah Sakit Al-Quds di Tel Al-Hawa dan menimpa seorang WNI di Beit Lahia, menambah daftar korban luka.

Gencatan senjata sebelumnya menyaksikan serangan terhadap kelompok warga yang mencoba kembali dari selatan Jalur Gaza ke utara pada hari pertama, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Selama masa ini, pasukan Israel juga menghalangi 1,7 juta pengungsi di selatan Jalur Gaza untuk kembali ke rumah mereka, menciptakan hambatan serius bagi mereka yang ingin memeriksa rumah dan properti yang sebagian besar hancur.

Meskipun ada kesepakatan antara perlawanan Palestina dan pemerintah Israel untuk gencatan senjata empat hari, kekerasan terus berlanjut, menyebabkan perpanjangan gencatan senjata selama dua hari tambahan.

Sebelum perjanjian ini, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan lebih dari 15.000 warga Palestina terluka, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 orang dewasa, dengan 36.000 lainnya mengalami luka.

Pelanggaran gencatan senjata ini menciptakan tantangan kemanusiaan yang mendalam, menggambarkan eskalasi kekerasan yang memprihatinkan di wilayah tersebut.

Penulis : Rahima Kamariah
Mahasiswa Magister Hukum Universitas Syiah Kuala 2022

Berita Terkait

Ubed Putra Asal Sampang Mengukir Sejarah dan Membanggakan Dunia Bulu Tangkis Indonesia 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, SEMPU XXV-Q Ikuti Pelatihan Explosive Hazards Awareness
Pererat Persahabatan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan Batalyon 3 RAMD Malaysia Sukses Gelar Patkor Seri I 2025
Mahasiswa Program Doktor KPI UINSU Ikuti ICAS 2025 di USM Penang Malaysia
Kedisiplinan Orang Jepang Patut Diteladani
Ketua Investigasi DPP TOPAN RI Perwakilan Rohil Bersama Puluhan Nelayan Tolak Keberadaan Teng Kerang
Wakil Indonesia, Clara Xintia, Masuk Final dan Jadi Top 10 di Asian Cup 2024
Presiden RI Prabowo Subianto Pertemuan Bilateral Dengan Presiden Prancis

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:49 WIB

Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut 70% Siap, Siswa Lebih Aman

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:29 WIB

Kanwil Ditjenpas Bengkulu Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Senin, 2 Februari 2026 - 04:22 WIB

Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:30 WIB

Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:55 WIB

Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

Berita Terbaru