BANDA ACEH — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari kalangan mahasiswa, menyusul keluhan masyarakat terkait kualitas air yang keruh, berbau, dan tidak layak digunakan dalam beberapa waktu terakhir.
Fauzul Kabir, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, menilai pelayanan PDAM tersebut jauh dari kata maksimal. Ia menyebut, masalah yang terjadi bukan semata persoalan teknis, namun menyangkut hak dasar masyarakat atas air bersih dan pelayanan publik yang bermutu.
“Pelayanan PDAM Banda Aceh kian mengkhawatirkan. Selain gangguan distribusi air yang sering terjadi, kualitas air saat ini sangat merugikan masyarakat. Air yang seharusnya bersih dan layak digunakan, justru keruh dan menimbulkan bau,” ujar Fauzul dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut, lanjut Fauzul, telah mengganggu aktivitas rumah tangga dan bisa berdampak terhadap kesehatan. Ia menilai, lemahnya pengawasan internal menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas layanan PDAM.
“Kami rutin membayar iuran setiap bulan, namun yang kami terima bukan air bersih, melainkan air berwarna dan berbau. Ini jelas merugikan,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Melihat situasi ini, Fauzul mendorong manajemen PDAM Tirta Daroy untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab atas keluhan masyarakat. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut tidak bisa lagi bersikap normatif dan menunda perbaikan.
Setidaknya, kata dia, ada tiga langkah mendesak yang perlu dilakukan:
- Melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sumber air dan jaringan distribusi.
- Menyampaikan informasi terbuka kepada masyarakat terkait penyebab air keruh dan rencana perbaikan.
- Memberikan kompensasi atau kebijakan keringanan tagihan bagi pelanggan terdampak.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh negara dan pemerintah daerah. Ini bukan layanan komersial semata. PDAM Tirta Daroy mesti mengedepankan tanggung jawab sosialnya,” tutup Fauzul.
Hingga berita ini disusun, pihak PDAM Tirta Daroy Banda Aceh belum memberikan respons resmi atas keluhan masyarakat dan pernyataan tersebut. (RILIS)

















































