Kerinci – Polemik dalam penyelenggaraan Bupati Cup Kerinci 2025 kembali memanas setelah PS Semurup secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari kompetisi. Keputusan tegas ini diambil setelah serangkaian kebijakan panitia dan PSSI Kerinci dinilai tidak adil, tidak transparan, serta merugikan tim.
Dalam pernyataan resminya, PS Semurup menyebut bahwa keputusan panitia untuk menggelar pertandingan ulang tanpa mengizinkan tiga pemain inti mereka—Pino Ramanda, Eki Zeltoni, dan Agung Wicaksono—untuk bermain, merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
Diputus Tanpa Proses yang Fair
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak PS Semurup menegaskan bahwa keputusan tanding ulang tersebut dibuat tanpa mempertimbangkan itikad baik tim, tanpa menghargai hasil pertandingan sebelumnya, dan dilakukan tanpa adanya surat protes resmi dari pihak lawan.
Tidak hanya itu, panitia juga tidak memberikan kesempatan bagi PS Semurup untuk memberikan klarifikasi, sehingga dinilai telah mengabaikan prinsip dasar penyelenggaraan kompetisi, yakni keadilan, transparansi, dan profesionalisme.
Larangan Bermain Bagi Pemain Kunci
Ditegaskan pula bahwa panitia melarang pemain PS Semurup bernomor punggung 7, Pino Ramanda, tampil hingga turnamen berakhir. Ketentuan ini dituangkan dalam Surat Keputusan No.039/BC/XI/2025.
Sementara itu, PSSI Kerinci menetapkan bahwa pemain yang boleh tampil pada laga ulang hanyalah mereka yang bermain pada pertandingan 21 November 2025, sehingga otomatis membuat tiga pemain PS Semurup tidak bisa memperkuat tim.
Ancaman Diskualifikasi dan Sanksi Lima Tahun
Panitia juga mengeluarkan peringatan keras: jika salah satu tim tidak hadir pada jadwal pertandingan ulang, maka tim tersebut akan didiskualifikasi, dan seluruh unsur tim—pemain, official, hingga manajer—akan dilarang mengikuti kegiatan PSSI selama lima tahun.
PS Semurup menilai kebijakan ini sebagai bentuk tekanan yang berlebihan dan menunjukkan bahwa proses turnamen tidak berjalan secara profesional.
Keputusan untuk Mundur Demi Menjaga Martabat
Dengan berbagai keputusan sepihak yang dianggap merugikan tersebut, PS Semurup menilai tidak ada ruang untuk mendapatkan perlakuan yang adil. Demi menjaga martabat tim, pemain, dan sportivitas sepak bola Kerinci, PS Semurup akhirnya menyatakan mundur dari Bupati Cup Kerinci 2025.

















































