Kisruh Bupati Cup Kerinci 2025 : PS Semurup Mundur Usai Kontroversi Tanding Ulang

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 14:49 WIB

4091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci – Polemik dalam penyelenggaraan Bupati Cup Kerinci 2025 kembali memanas setelah PS Semurup secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari kompetisi. Keputusan tegas ini diambil setelah serangkaian kebijakan panitia dan PSSI Kerinci dinilai tidak adil, tidak transparan, serta merugikan tim.

Dalam pernyataan resminya, PS Semurup menyebut bahwa keputusan panitia untuk menggelar pertandingan ulang tanpa mengizinkan tiga pemain inti mereka—Pino Ramanda, Eki Zeltoni, dan Agung Wicaksono—untuk bermain, merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Diputus Tanpa Proses yang Fair

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak PS Semurup menegaskan bahwa keputusan tanding ulang tersebut dibuat tanpa mempertimbangkan itikad baik tim, tanpa menghargai hasil pertandingan sebelumnya, dan dilakukan tanpa adanya surat protes resmi dari pihak lawan.

Tidak hanya itu, panitia juga tidak memberikan kesempatan bagi PS Semurup untuk memberikan klarifikasi, sehingga dinilai telah mengabaikan prinsip dasar penyelenggaraan kompetisi, yakni keadilan, transparansi, dan profesionalisme.

Larangan Bermain Bagi Pemain Kunci

Ditegaskan pula bahwa panitia melarang pemain PS Semurup bernomor punggung 7, Pino Ramanda, tampil hingga turnamen berakhir. Ketentuan ini dituangkan dalam Surat Keputusan No.039/BC/XI/2025.

Sementara itu, PSSI Kerinci menetapkan bahwa pemain yang boleh tampil pada laga ulang hanyalah mereka yang bermain pada pertandingan 21 November 2025, sehingga otomatis membuat tiga pemain PS Semurup tidak bisa memperkuat tim.

Ancaman Diskualifikasi dan Sanksi Lima Tahun

Panitia juga mengeluarkan peringatan keras: jika salah satu tim tidak hadir pada jadwal pertandingan ulang, maka tim tersebut akan didiskualifikasi, dan seluruh unsur tim—pemain, official, hingga manajer—akan dilarang mengikuti kegiatan PSSI selama lima tahun.

PS Semurup menilai kebijakan ini sebagai bentuk tekanan yang berlebihan dan menunjukkan bahwa proses turnamen tidak berjalan secara profesional.

Keputusan untuk Mundur Demi Menjaga Martabat

Dengan berbagai keputusan sepihak yang dianggap merugikan tersebut, PS Semurup menilai tidak ada ruang untuk mendapatkan perlakuan yang adil. Demi menjaga martabat tim, pemain, dan sportivitas sepak bola Kerinci, PS Semurup akhirnya menyatakan mundur dari Bupati Cup Kerinci 2025.

Berita Terkait

Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI
Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru