Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi Ziarahi Jejak Masa Lampau: Rumah Gadang Mande Rubiah, Komplek Makam Bundo Kanduang di Inderapura

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 09:46 WIB

40158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR SELATAN – Minggu, 7 Desember 2025.
Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi melakukan napak tilas sejarah ke Rumah Gadang Mande Rubiah dan Komplek Makam Bundo Kanduang di Inderapura, Lunang, Pesisir Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru adat, murid adat, serta pegiat budaya untuk menelusuri kembali jejak sejarah dan nilai-nilai adat yang memiliki hubungan erat dengan Kerinci dan Inderapura.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi disambut hangat oleh penjaga sekaligus penerus garis keturunan Mande Rubiah. Rombongan berkesempatan melihat dari dekat berbagai benda pusaka seperti gong, pedang, serta senjata tradisional lainnya yang masih terawat rapi di dalam Rumah Gadang Mande Rubiah—sosok yang dikenal masyarakat sebagai Bundo Kanduang atau Ratu Kerajaan Pagaruyung yang hijrah ke Lunang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Sekolah Adat menyampaikan bahwa keberadaan pusaka, rumah adat, serta situs sejarah tersebut menjadi pengingat kuat pentingnya pelestarian budaya, adat istiadat, dan warisan leluhur. Mereka berharap Rumah Mande Rubiah dapat menjadi inspirasi untuk Kabupaten Kerinci dalam mengembangkan Rumah Gedang yang ada di Masyarakat sebagai destinasi wisata religi dan sejarah, sebagaimana pengembangan Rumah Mande Rubiah di Lunang.

Situs Sejarah yang Tak Pernah Tenggelam

Tabir yang tersuruk itu seolah tak berlaku di Rumah Gadang Mande Rubiah. Meski tidak memiliki gonjong yang menjulang tinggi, ukiran rumit, atau pernak-pernik megah khas Rumah Gadang di Darek Minangkabau, bangunan ini tetap berdiri anggun dengan karakter khasnya sendiri. Rumah ini adalah tempat musyawarah, tempat orang berkumpul untuk mengambil mufakat, serta ruang hidup bagi seorang perempuan terpandang.

Mande Rubiah adalah gelar kehormatan bagi perempuan penting, sejajar dengan gelar Bundo Kanduang. Namun jejak sejarah beliau masih banyak bersandar pada kaba Cindua Mato—sastra lisan Minangkabau yang menjadi referensi utama tentang kisah Mande Rubiah. Minimnya sumber baru menjadikan sosoknya misterius sekaligus memikat bagi peneliti, pegiat budaya, dan masyarakat adat.

Pertemuan yang Penuh Kesan

Rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi merasa beruntung saat tiba di Rumah Gadang Mande Rubiah. Penjaga rumah adat itu sedang berada di ruang tamu, seakan mengetahui kedatangan mereka. Silaturahmi pun terjalin, dan rombongan berdiskusi mengenai sejarah serta kepercayaan masyarakat setempat yang meyakini bahwa Mande Rubiah adalah Bundo Kanduang Minangkabau.

Matahari belum sepenuhnya rebah ketika rombongan duduk memandangi rumah adat tua yang masih tampak kokoh. Cat kecoklatan mengkilap, ornamen lama terpajang gagah, meski beberapa bagian dinding dan lantai telah diganti karena usia. Namun wibawa dan aura sejarah bangunan itu tetap terjaga kuat.

Napak tilas ini menjadi pengalaman penting bagi Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi dalam memperkuat Pendidikan adat, menambah wawasan sejarah murid adat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai leluhur. Rumah Gadang Mande Rubiah bukan hanya saksi masa lalu, namun juga pengingat bahwa jati diri budaya harus terus dirawat dari generasi ke generasi.

Oleh : Ilham Kurniawan, S.IP.,M.Sos

Berita Terkait

MDMC Kabupaten Kerinci Gelar Silaturahmi dan Penguatan Resiliensi Bencana dengan Dewan Pakar MDMC dr. Surmila Apri Yulisa di Kantor DPRD
Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang
Kompol Dr. Ferry Kusnadi, S.H., M.H.: Perwira Polri Berintegritas, Tegas dalam Pemberantasan Kejahatan
Rotasi Jabatan di Polres Batu Bara, Kapolres Ingatkan Peningkatan Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Komnas HAM Diminta Untuk Ikut Di Medan Perang Biar Tau Kekejaman KKB Papua! Jangan Hanya Duduk di Belakang Meja
Aliansi Pemantau BGN Soroti Sikap Tertutup Koordinator MBG, Dinilai Anti Kritik dan Langgar Prinsip Transparansi
Brigjen Pol Mokhamad Ngajib Pimpin Sertijab Kaden Perintis, Tekankan Profesionalisme Samapta Polri dalam Menjaga Kamtibmas
Sempat Kabur Melompat Jendela, Bandar Sabu Akhirnya Diringkus Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bantaeng*

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:43 WIB

Penuh Khidmat, Polres Bantaeng Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:41 WIB

Grand Opening New Marina Perdana Sukses digelar

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:20 WIB

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa dan Tiga Pilar Gelar Mediasi Warga Di Daerah Binaan

Senin, 19 Januari 2026 - 17:12 WIB

Wabup Bantaeng Hadiri Serah Terima LHP BPK Perwakilan Sulsel

Senin, 19 Januari 2026 - 12:56 WIB

Babinsa Desa Bonto Tallasa Laksanakan Komsos Bersama Staf Desa dan Mahasiswa Bahas Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Senin, 19 Januari 2026 - 09:21 WIB

Sempat Kabur Melompat Jendela, Bandar Sabu Akhirnya Diringkus Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bantaeng*

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:14 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Bonto Lebang Dampingi Panen Padi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:28 WIB

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Koperasi Merah Putih di Desa Bonto Tangnga

Berita Terbaru