Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi Ziarahi Jejak Masa Lampau: Makam Raja-Raja Inderapura dan Hubungannya dengan Kerinci

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 10:31 WIB

40436 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minggu, 7 Desember 2025. Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi kembali melakukan napak tilas sejarah, kali ini mengunjungi Komplek Makam Raja-Raja Inderapura yang diyakini memiliki hubungan kuat dengan Kerinci, khususnya Tanah Samurut melalui figur Kyai Depati Raja Simpan Bumi dan Leluhur lainnya di Tanah Semurut yang memiliki Hubungan dengan Inderapura Seperti Gelar Sigumi Putih Tanah Napuro, Depati Semurup Putih (Tanah Napuro) dan Leluhur lainnya. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk menggali kembali nilai-nilai budaya, sejarah, serta jejak penyebaran Islam di wilayah Inderapura dan Kerinci.

Rombongan berangkat setelah sebelumnya menziarahi Rumah Gadang Mande Rubiah di Lunang. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju makam Tuanku Berdarah Putih Inderapura. Namun karena kondisi jalan yang licin dan jembatan yang sulit dilalui akibat hujan, rombongan memilih mengalihkan rute dengan menziarahi Makam Komplek Raja-Raja Inderapura dan punggawa-punggawa kerajaan Inderapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam suasana hening, rombongan menelusuri satu per satu pusara leluhur tersebut. Kompleks makam yang terletak di Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan, ini merupakan salah satu situs penting penyebaran awal Islam di pesisir Sumatera. Nisan-nisannya bercorak Islam tipe Aceh, ciri khas makam-makam bangsawan pesisir pada masa kejayaan Kerajaan Inderapura. Situs ini kini dikelola oleh Kaum Rangkayo Rajo Melayu dan menjadi lokasi ziarah serta pusat warisan budaya yang terus dijaga dengan baik.

Jejak Kerajaan Inderapura dan Kedekatannya dengan Kerinci

Kerajaan Inderapura diyakini berdiri sejak abad ke-9 M oleh Raja Muhammadsyah. Hingga abad ke-15 M, wilayah ini masih berstatus kerajaan sebelum kemudian berubah menjadi Kesultanan Indrapura pada abad ke-16 M, seiring kuatnya pengaruh Islam. Pada masa itu pula pusat pemerintahan dipindahkan dari Teluk Air Manis ke Muara Betung, dan nama Jayapura diganti menjadi Inderapura (Voorhoeve, 1942)

Hubungan Inderapura dan Kerinci telah tercatat dalam berbagai naskah kuno di Alam Kerinci. Salah satunya adalah Naskah Semurup, Surat dari Kesultanan Indrapura yang ditujukan kepada Raja Kiai Depati Simpan Bumi. 183. Surat bertulisan Melayu pada kertas. Lihat gambar No. 49

Kauluhu lhakk ta’ala

Alamat surat titah daripada Yang dipertuan Seri Sultan dalam Inderapura serta menteri yang dua puluh, barang disampaikan Allah subhanahu wata’ala kiranya kepada Depati yang batiga lawan pemangku dengan penggawa serta menteri yang selapan dalam tanah kurinci dalam negeri Semurut.

sebuah surat resmi berbahasa Melayu yang memuat hubungan dagang, politik, serta arahan langsung dari Yang Dipertuan Inderapura kepada para Depati di Semurut dan Kerinci. Surat tersebut menggambarkan dinamika hubungan erat antara kedua wilayah, termasuk perdagangan komoditas seperti emas, lilin, gading gajah, tali Kerinci, hingga kain-kain halus.

Selain itu, Naskah Mendapo Kemantan memuat kisah besar tentang sumpah setia antara Yang Dipertuan Berdarah Putih Inderapura dengan para pemimpin Kerinci: Raja Muda, Depati Rantau Telang, serta Pangeran Kebaru di Bukit. Sumpah tersebut dilakukan di Bukit Peninjau Laut, setelah Raja Berkilat—utusan Kerinci—membuka jalan dari Kerinci hingga ke Jayapura. Sumpah setia itu melahirkan hubungan persaudaraan dan politik yang sangat kuat antara kedua wilayah, menjadikan Kerinci sebagai tanah pertemuan raja antara Sultan Jambi dan Sultan Inderapura.

Dalam sumpah itu pula ditinggalkan beberapa pusaka penting di Kerinci, seperti rambut Yang Dipertuan Berdarah Putih, keris Malila Panikam Batu, dan mangkuk pengarang setio—sebagai tanda ikatan abadi antara Kerinci dan Inderapura.

Menghidupkan Kembali Nilai Sejarah dan Pendidikan Adat

Melalui napak tilas ini, Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi menegaskan pentingnya memahami kembali hubungan historis antara Kerinci dan Inderapura sebagai bahan pembelajaran bagi generasi penerus. Jejak perdagangan, diplomasi, penyebaran Islam, hingga sumpah setia dua kerajaan menjadi bukti bahwa Kerinci dan Inderapura memiliki keterikatan sejarah yang dalam dan berlapis.

Perwakilan sekolah adat menyampaikan bahwa situs-situs seperti makam raja, rumah adat, dan naskah kuno bukan hanya simbol masa lalu—melainkan sarana penting untuk pendidikan adat, wisata sejarah, serta penguatan identitas masyarakat.

Napak tilas ini diharapkan mampu membuka kembali kesadaran kolektif tentang sejarah panjang Kerinci dan Inderapura, serta menjadi pijakan untuk melestarikan warisan leluhur yang penuh nilai dan makna. Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi akan terus menjadikan kegiatan semacam ini bagian dari untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda secara langsung dari jejak-jejak peninggalannya.

Berita Terkait

Menguji Integritas Ade Kurniawan, Di Balik Skandal Klarifikasi Palsu UPTD VI BMBK Lampung
Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:21 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres Gayo Lues Sebar Imbauan di Titik Rawan

Senin, 20 April 2026 - 01:27 WIB

Aksi Nyata Pelajar, SMA Negeri 1 Blangkejeren Turun Langsung Bantu Warga di 3 Desa Kecamatan Rikit Gaib

Selasa, 14 April 2026 - 19:12 WIB

Rabusin Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berpijak pada Fakta Hukum dan Kepastian Hak di Pengadilan Negeri Blangkejeren

Jumat, 10 April 2026 - 19:21 WIB

Masyarakat Pining Ucapkan Terima Kasih atas Inisiasi Kapolda Aceh Bangun Jembatan Gantung

Jumat, 10 April 2026 - 00:41 WIB

Kasus Bergulir di Tengah Sorotan, Rabusin Nilai Pengawasan Lembaga Negara Sangat Dibutuhkan

Kamis, 9 April 2026 - 22:36 WIB

Dugaan Rekayasa Fakta Persidangan, Rabusin Sebut Jaksa Abaikan Batas Lahan dalam Surat Gadai

Rabu, 8 April 2026 - 01:07 WIB

Di Tengah Tuduhan Dakwaan Dipaksakan Tanpa Dasar Kuat Beranikah Hakim Memvonis

Senin, 6 April 2026 - 00:43 WIB

Sorotan Publik Menguat, Komisi III DPR RI Didorong Turun Tangan Awasi Kasus Rabusin Ariga Lingga di Gayo Lues

Berita Terbaru