Maraknya PETI di Kabupaten Tebo: Antara Tekanan Ekonomi, Hukum, dan Arus Globalisasi

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:07 WIB

40134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini-Teropongbarat.com||Mahasiswa Program Megister Ilmu Hukum Universitas Jambi. Auliya Uswatun Khasanah.S.H. Nim P2B125026

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Meski penertiban kerap dilakukan aparat, praktik PETI terus muncul kembali. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan PETI tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga erat dengan realitas sosial dan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sudut pandang hukum sosiologis, keberadaan PETI muncul karena hukum belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. Keterbatasan lapangan kerja membuat sebagian warga melihat PETI sebagai solusi ekonomi jangka pendek, meskipun berisiko melanggar hukum dan merusak lingkungan.

“Aktivitas PETI itu sebenarnya kami tahu melanggar hukum, tapi bagi sebagian masyarakat, ini soal bertahan hidup. Kalau tidak ada pilihan kerja lain, hukum sering dianggap jauh dari realitas,” ujar Auliya (23), warga Kabupaten Tebo.

Pengaruh globalisasi juga turut memperkuat praktik PETI. Harga emas dunia yang relatif tinggi, kemudahan akses alat tambang, serta informasi yang cepat melalui media sosial membuat aktivitas PETI semakin menarik dan mudah ditiru. Masyarakat lokal akhirnya terhubung langsung dengan pasar global, meski melalui jalur ilegal.

Namun, PETI membawa dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, hingga potensi konflik sosial. Penegakan hukum menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, seperti ketergantungan ekonomi masyarakat, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya kesadaran hukum.

“Kalau hanya ditertibkan tanpa solusi, PETI pasti muncul lagi. Yang dibutuhkan itu lapangan kerja dan pembinaan, bukan sekadar razia,” tambah Auliya.

Kasus PETI di Kabupaten Tebo menjadi contoh bahwa penanganan masalah hukum harus disertai pendekatan sosial. Tanpa kebijakan yang adaptif dan berpihak pada solusi jangka panjang, hukum akan sulit berjalan efektif di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.

Berita Terkait

MDMC Kabupaten Kerinci Gelar Silaturahmi dan Penguatan Resiliensi Bencana dengan Dewan Pakar MDMC dr. Surmila Apri Yulisa di Kantor DPRD
Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang
Kompol Dr. Ferry Kusnadi, S.H., M.H.: Perwira Polri Berintegritas, Tegas dalam Pemberantasan Kejahatan
Rotasi Jabatan di Polres Batu Bara, Kapolres Ingatkan Peningkatan Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Komnas HAM Diminta Untuk Ikut Di Medan Perang Biar Tau Kekejaman KKB Papua! Jangan Hanya Duduk di Belakang Meja
Aliansi Pemantau BGN Soroti Sikap Tertutup Koordinator MBG, Dinilai Anti Kritik dan Langgar Prinsip Transparansi
Brigjen Pol Mokhamad Ngajib Pimpin Sertijab Kaden Perintis, Tekankan Profesionalisme Samapta Polri dalam Menjaga Kamtibmas
Sempat Kabur Melompat Jendela, Bandar Sabu Akhirnya Diringkus Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bantaeng*

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:43 WIB

Penuh Khidmat, Polres Bantaeng Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:41 WIB

Grand Opening New Marina Perdana Sukses digelar

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:20 WIB

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa dan Tiga Pilar Gelar Mediasi Warga Di Daerah Binaan

Senin, 19 Januari 2026 - 17:12 WIB

Wabup Bantaeng Hadiri Serah Terima LHP BPK Perwakilan Sulsel

Senin, 19 Januari 2026 - 12:56 WIB

Babinsa Desa Bonto Tallasa Laksanakan Komsos Bersama Staf Desa dan Mahasiswa Bahas Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Senin, 19 Januari 2026 - 09:21 WIB

Sempat Kabur Melompat Jendela, Bandar Sabu Akhirnya Diringkus Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bantaeng*

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:14 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Bonto Lebang Dampingi Panen Padi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:28 WIB

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Koperasi Merah Putih di Desa Bonto Tangnga

Berita Terbaru