Pelanggaran Gencatan Senjata Israel-Palestina: Eskalasi Kekerasan di Jalur Gaza

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 3 Desember 2023 - 23:05 WIB

40927 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahima Kamariah

Dalam pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata antara Israel dan Palestina, kapal angkatan laut Israel menyerang sejumlah lokasi di Jalur Gaza, termasuk pantai Khan Yunis, Al-Shati, dan Sheikh Radwan.

Pelanggaran ini terjadi pada hari terakhir gencatan senjata, mengakibatkan serangkaian serangan rudal ke rumah-rumah warga Palestina tanpa korban jiwa yang dilaporkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama tiga hari terakhir, pasukan Israel melanggar gencatan senjata kemanusiaan, menargetkan petani di sebelah timur kamp Al-Maghazi.

Tragisnya, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan tersebut. Serangan serupa terjadi di sekitar Rumah Sakit Al-Quds di Tel Al-Hawa dan menimpa seorang WNI di Beit Lahia, menambah daftar korban luka.

Gencatan senjata sebelumnya menyaksikan serangan terhadap kelompok warga yang mencoba kembali dari selatan Jalur Gaza ke utara pada hari pertama, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Selama masa ini, pasukan Israel juga menghalangi 1,7 juta pengungsi di selatan Jalur Gaza untuk kembali ke rumah mereka, menciptakan hambatan serius bagi mereka yang ingin memeriksa rumah dan properti yang sebagian besar hancur.

Meskipun ada kesepakatan antara perlawanan Palestina dan pemerintah Israel untuk gencatan senjata empat hari, kekerasan terus berlanjut, menyebabkan perpanjangan gencatan senjata selama dua hari tambahan.

Sebelum perjanjian ini, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan lebih dari 15.000 warga Palestina terluka, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 orang dewasa, dengan 36.000 lainnya mengalami luka.

Pelanggaran gencatan senjata ini menciptakan tantangan kemanusiaan yang mendalam, menggambarkan eskalasi kekerasan yang memprihatinkan di wilayah tersebut.

Penulis : Rahima Kamariah
Mahasiswa Magister Hukum Universitas Syiah Kuala 2022

Berita Terkait

Ubed Putra Asal Sampang Mengukir Sejarah dan Membanggakan Dunia Bulu Tangkis Indonesia 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, SEMPU XXV-Q Ikuti Pelatihan Explosive Hazards Awareness
Pererat Persahabatan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan Batalyon 3 RAMD Malaysia Sukses Gelar Patkor Seri I 2025
Mahasiswa Program Doktor KPI UINSU Ikuti ICAS 2025 di USM Penang Malaysia
Kedisiplinan Orang Jepang Patut Diteladani
Ketua Investigasi DPP TOPAN RI Perwakilan Rohil Bersama Puluhan Nelayan Tolak Keberadaan Teng Kerang
Wakil Indonesia, Clara Xintia, Masuk Final dan Jadi Top 10 di Asian Cup 2024
Presiden RI Prabowo Subianto Pertemuan Bilateral Dengan Presiden Prancis

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 21:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat dukung percepatan pembebasan lahan PLTA Kombih III

Senin, 2 Februari 2026 - 21:29 WIB

Pakpak Bharat backs land acquisition talks for 45 MW hydropower project

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:02 WIB

Nama Banyak, Janji Satu: Mhd Safrizal Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Masuk Kowad

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:56 WIB

Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah,Bupati Karo Hadiri konsultasi Publik RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:55 WIB

Bupati Karo Hadiri Pelantikan Rektor USU Periode 2026–2031

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:25 WIB

PTPN IV dan Unand Matangkan Hilirisasi Gambir di Pakpak Bharat

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:05 WIB

Selamat Bertugas Kapolsek Sunggal, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sunggal Dorong Sinergi Kamtibmas dan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:53 WIB

Rakernas XVII APKASI di Batam, Bupati Pakpak Bharat Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

KARO

Niat Klaim Asuransi, Kakak Bunuh Adik Kandung 

Senin, 2 Feb 2026 - 22:42 WIB