Keluarga Korban Histeris Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Firdaus di Batu Bara

- Redaksi

Rabu, 24 Juli 2024 - 16:13 WIB

40187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu Bara | Rekonstruksi pembunuhan

terhadap Mohammad Firdaus Barus alias Uus digelar di halaman Mapolres Batu Bara di Lima Puluh, Rabu (24/7/24).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekonstruksi yang berlangsung dalam 13 adegan diawali pertemuan antara korban Mohammad Firdaus Barus alias Uus

yang saat itu berada di satu lokasi pesta dengan tersangka Muhammad Rizki alias Puyul, Senin 22 April 2024 sekira pukul 03.00 WIB.

 

Tiba-tiba tanpa sebab, korbanM Firdaus Barus alias Uus menendang bagian wajah tersangka MR alias Puyul. Begitu ditendang korban, spontan tersangka MR alias Puyul berkata “apa salah

saya, kenapa kau tendang wajah saya’.

 

Lalu korban menjawab ‘kenapa kau tertawai aku’. Tersangka kemudian mengatakan ‘siapa yang menertawai kau’.

 

Karena tersangka masih menjawab, korban langsung memukul wajah tersangka. Lalu tersangka mengatakan kepada korban bahwa dia bukan imbang korban karena badanku kecil. Mungkin jengkel atas jawaban tersangka, kemudian korban menjawab ‘kau

cari imbang aku, siapapun jadi’.

 

Selanjutnya tersangka pergi dari tempat terjadinya keributan dengan korban lalu pulang kerumahnya dan membangunkan ayah kandungnya Bahyar alias Belanda.

 

Kepada ayahnya, tersangka mengadu telah ditendang dan dipukuli oleh korban. Bahkan tersangka mengatakan kalau korban mau mencari imbang.

 

Pada adegan 3 diperagakan

tersangka Bahyar alias Belanda bersama tersangka Muhammad Riski pada malam itu juga keluar dari rumah mereka sembari

membawa sebilah pisau yang dipegang Muhammad Riski dengan tangan sebelah kanan.

 

Keduanya bergerak mencari korban kerumahnya. Namun setiba di depan rumah korban, kedua tersangka ayah dan anak tersebut diam diam saja sambil duduk kemudian jalan mondar mandir untuk menunggu keluarnya korban dari dalam rumahnya.

 

Tetapi karena hingga satu setengah jam korban tidak kunjung keluar dari rumahnya,

kedua tersangka akhirnya kembali ke rumah mereka.

 

Pagi harinya, Senin  22 April 2024 sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka Bahyar alias Belanda sarapan diwarung sambil menunggu keluarnya korban dari rumahnya. Karena korban tak kunjung keluar, tersangka Bahyar alias Belanda kembali ke rumahnya.

 

Sore harinya sekira pukul 16.00 WIB, tersangka Bahyar alias Belanda kembali dan duduk – duduk diwarung sembari menunggu korban keluar dari rumahnya.

 

Sekitar setengah jam kemudian, terlihat korban keluar dari rumahnya melalui gang berjalan kaki seorang diri menuju tangkahan ikan.

 

Melihat korban muncul, tersangka Bahyar alias Belanda membangunkan anaknya tersangka Muhammad Riski.

 

Setelah diberitahu ayahnya, tersangka Muhamnad Riski mengambil pisaunya dan menyelipkan ke kantong celananya. Kedua tersangka kemudian mengikuti korban yang masih berjalan menuju tangkahan.

 

Setelah dekat dengan korban tidak jauh dari tangkahan, tersangka M Riski mengeluarkan pisau yang dibawanya. Namun seorang warga memergoki tersangka saat mengeluarkan pisau.

 

Spontan warga berteriak kepada korban bahwa M Riski membawa pisau. Mendengar teriakan warga, korban menoleh kebelakang dan selanjutnya melarikan diri.

 

Namun nahas, baru berlari sekitar 3 meter korban malah terjatuh hingga terlentang.

 

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan kedua tersangka. Tersangka Bahyar kemudian menduduki kedua kaki serta memegang kedua tangan korban.

 

Sementara itu, tersangka M Riski menuju sisi kanan korban sembari mencabut pisau yang dibawanya.

 

Tersangka M Riski kemudian menusuk dada sebelah kiri korban menggunakan pisau berulang kali.

 

Korban yang sudah terjepit berusaha memberikan perlawanan dengan melepaskan tangannya dari genggaman tersangka Bahyar kemudian menangkap tangan tersangka M Riski.

 

Mendapat perlawanan, tersangka M Riski terus menekan pisaunya sambil mengarahkan pisaunya kearah tenggorokan korban.

 

Akhirnya ujung pisau tersebut masuk kedalam

tenggorokan korban hingga luka bolong mengeluarkan darah dan akhirnya meninggal dunia.(Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Wujud Solidaritras dan Kepedulian, Rutan Pangkalan Brandan Ikuti Aksi Donor Darah Di UPT. Puskesmas Desa Lama
Polres Kampar Upgrade Pelayanan, BRI Beri Tips Komunikasi Efektif, Kapolres: Utamakan Empati, Beri Solusi Cepat & Tepat
Diduga Anggota DPRD Ogan Ilir Miliki SPPG MBG, Awak Media Dilarang Berfoto di Lokasi Dapur Kandis?
Kades Cibinong Sambut Baik Rencana Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Wilayahnya
Respon Cepat Pohon Tumbang,Sapar Pemuda Gebang Apresiasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup
Kapolres Bantaeng Hadiri Peresmian Reopening Kolam Renang Andi Pawiloi
Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pasca bencana
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:21 WIB

DPP PPP Bantu Obat-Obatan Untuk Korban Banjir Di Aceh

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:22 WIB

Mahasiswa KKM Pendampingan Menghilangkan Trauma Anak Anak Pasca Banjir Di Desa Blang Cut, Peusangan Selatan

Jumat, 9 Januari 2026 - 01:12 WIB

Untuk Memulihkan Trauma Pasca Banjir, Mahasiswa KKM gelar aneka lomba untuk Anak-Anak.

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:24 WIB

Mapala ALASKA Umuslim Survey DAS Krueng Peusangan

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:38 WIB

KKM Tematik Uniki bersihkan Meunasah Desa Imbudee

Senin, 29 Desember 2025 - 22:29 WIB

Peserta KKM Uniki bersihkan Fasum Desa Leubok Naleung dan desa Puloe Peudada

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:37 WIB

BEM Uniki Bantu Pembersihan Lumpur di Desa Dampak Banjir

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:50 WIB

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen antarkan peserta KKM UNIKI, ke desa berdampak Banjir

Berita Terbaru

BIREUEN

DPP PPP Bantu Obat-Obatan Untuk Korban Banjir Di Aceh

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:21 WIB