Tabliq Akbar UAS Didominasi Masyarakat Luar Banda Aceh, Warga Tetap Istiqomah dengan Fatwa Ulama Aceh

TB

- Redaksi

Senin, 18 November 2024 - 18:51 WIB

40419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Kegiatan tabliq akbar menghadirkan da’i kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) diselenggarakan di taman ratu Safiatuddin, Minggu 17 November 2024 malam dihadiri oleh ribuan orang yang di dominasi oleh warga luar Banda Aceh.

Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat Aceh Besar dan daerah lainnya yang turut hadir dalam acara tersebut. Tak heran jika di sejumlah kawasan yang merupakan lintas Aceh Besar-Banda Aceh mengalami kemacetan, salah satunya di kawasan jembatan Cot Iri, Aceh Besar.

“Kami datang jauh-jauh ingin dari kampung ke Banda Aceh, khusus ingin mendengarkan ceramah UAS pak. Mengenai politik kami tidak ada urusan,” kata salah seorang warga terlihat antusias ingin mendengarkan ceramah ulama kondang itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, salah satu warga lainnya yang juga mengaku dari Aceh Jaya mengatakan kedatangannya ke Banda Aceh murni ingin mendengarkan ceramah UAS. “Selama ini kita dengarnya di Youtube, hari ini kita mau lihat dan dengar langsung. Kalau mengenai ada yang ingin kampanye politik pilkada Banda Aceh, kami tidak ada terlalu peduli pak, kami bukan KTP Banda Aceh,” ujarnya.

Sementara secara terpisah, masyarakat ainnya yang ditemui ketika pulang dari acara tabliq akbar tersebut mengatakan dirinya merasa senang dapat mendengarkan langsung ceramah UAS. “Kami senang bisa dengar langsung UAS ceramah bang, walaupun lumayan ramai dan macet. Kami inginnya UAS diberi waktu lebih panjang lagi untuk ceramah, jujur kami gak bosan. Tapi, tadi itu ada ibuk di depan itu terlalu banyak curhatnya, jadi banyak waktu tersita untuk dia saja. Harapan kami nanti UAS bisa turun ceramah ke Pidie Jaya juga ya bang,” ungkap perempuan yang akrab disapa Icut itu.

Di media sosial, seorang aktivis Aceh bernama Verri Albuchari terlihat turut mengomentari melalui akun facebooknya dengan sendirinya halus. Dia mengatakan “Bunda geuyak curhat keunan, abeeh kuota2 teuh (Bunda ‘Illiza’ pergi curhat ke ‘acara’ itu, habis kuota-kuota ‘internet’ kita)”.

Status itu turut mengundang komentar lucu dari para netizen. Salah satunya akun bernama Hayatullah Khumaini yang menyebutkan “politisi lokal yang ka go nasional memang meunan(politisi lokal yang sudah jadi politisi nasional memang begitu)”.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Pemerhati Kebijakan Publik (PJK) Banda Aceh, Fajarul mengatakan, mayoritas warga yang hadir memang berasal dari luar Banda Aceh dan murni untuk mendengarkan ceramah UAS dan tidak ada hubungannya dengan kampanye politik yang ingin numpang di acara tabliq akbar. “Kita melihat, masyarakat Banda Aceh mayoritas tetap istiqomah dengan fatwa ulama yang tidak membenarkan seorang perempuan menjadi pemimpin masyarakat karena jelas-jelas dilarang dalam Al-Qur’an dan Alhadist,” jelas Fajarul, Senin 18 September 2024.

Fajarul mengatakan terlepas dari skema pembenaran yang ingin dilakukan seorang perempuan yang haus kekuasaan, masyarakat Banda Aceh tetap berpegang teguh pada Fatwa ulama Aceh. “Alhamdulillah, kami yakin UAS adalah sosok yang bijaksana dan tidak ingin dimanfaatkan untuk kepentingan politik walaupun mengisi tabliq akbar yang dibumbui kampanye politik. Apalagi para ulama Aceh bahkan ulama kharismatik seperti Abu Mudi yang keilmuan agamanya begitu mendalam secara tegas tidak membenarkan mendukung pemimpin perempuan,” ujarnya.

Fajarul meyakini bahwa acara tabliq akbar tersebut tidak bakal menggoyangkan warga Banda Aceh untuk berpegang teguh pada fatwa ulama Aceh tentang larangan pemimpin perempuan. “Insya Allah, warga Banda Aceh mayoritas akan tetap berpegang teguh pada Fatwa ulama Aceh yang melarang kepemimpinan perempuan. Terkait adanya upaya-upaya mencari pembenaran untuk kepemimpinan perempuan oleh pihak berkepentingan itu sah-sah saja, namun sebagai Aceh sebagai daerah syariat Islam tentu masyarakatnya tetap akan mendengarkan ulama Aceh. Warga Banda aceh juga paham membedakan mana upaya penggiringan politik terhadap ulama mana yang memang penegasan dan keinginan ulama itu sendiri, “pungkasnya.

Berita Terkait

Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
Desak Audit BBM BPBD Gayo Lues, LIRA Curigai Terjadinya Pemborosan hingga Potensi Penggunaan Fiktif
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”
Bantuan Terakhir dari Posko Simpang Mesra PEMA dan ORMAWA UNADA Banda Aceh
Solidaritas Pemuda Mahasiswa Aceh Selatan Serukan Dukungan Moral untuk Pemerintah dan Kepemimpinan Bupati H. Mirwan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:03 WIB

Ketua Umum LPK Muhammad Ali, S.H. Pertanyakan Polda Lampung Soal Dugaan Ijazah Plasu Eka Saudara Kembar Wali Kota Bandar Lampung  

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:27 WIB

Pengawasan Dana BOS Nasional Diuji,Pengelolaan Rp.2,6 Miliar di SMK Negeri 1 Sei Rampah Jadi Perhatian 

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:40 WIB

Di Antara Rimba dan Air Mata Harapan: Anjangsana TNI Bersama Saudara-saudara kita di ujung timur Indonesia

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:51 WIB

Ambil Langkah Preventif Polsek Gunung Anyar Pasang Alarm Gratis Untuk Warga

Senin, 2 Februari 2026 - 21:29 WIB

Pakpak Bharat backs land acquisition talks for 45 MW hydropower project

Senin, 2 Februari 2026 - 20:08 WIB

Warga Desa Gemurung Laporkan Kepala Desa ke Kejari Sidoarjo Terkait Dugaan Pelanggaran APBDes

Senin, 2 Februari 2026 - 14:22 WIB

Sinergi TNI, Pemdes, dan Sekolah Hijaukan Tosari Hadapi Ancaman Bencana

Senin, 2 Februari 2026 - 12:54 WIB

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Libatkan 5.020 Personel Gabungan

Berita Terbaru