Banda Aceh – Kemenangan pasangan wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh terpilih periode mendatang menjadi momen yang membanggakan bagi para pendukung. Namun, sejumlah suara kritis muncul, mengingatkan agar tim sukses (timses) menjaga sikap rendah hati dan menghindari perilaku yang mencederai perasaan publik. Kritik ini disampaikan oleh tokoh masyarakat yang menyerukan pentingnya menjaga keharmonisan pasca-pemilu.
Menurut Pengeran Muda, ada sejumlah laporan yang menyebutkan indikasi politik uang selama pemilu, meski tidak berujung pada protes resmi. “Kemenangan dengan isu politik uang yang tidak diprotes harusnya disyukuri, bukan dijadikan alasan untuk menunjukkan kesombongan atau menyindir pihak lain,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa timses perlu menjaga sikap dan tidak menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat.
Belakangan, sejumlah unggahan di media sosial dari timses terpilih memicu perdebatan. Salah satunya adalah status yang diduga menyindir calon lain, yang menimbulkan kesan tidak menghormati kompetisi politik yang telah usai. “Ingat, tidak ada yang kekal di dunia ini. Jangan sampai perilaku hari ini mencoreng nama baik kepemimpinan yang baru dimulai,” pesan Pengeran Muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan timses agar tidak membentuk opini publik yang provokatif, terutama dengan menyebarkan narasi negatif seperti menyebut pihak tertentu sebagai “pasukan lam darah.” Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya memecah belah masyarakat, tetapi juga merusak citra pasangan terpilih.
“Semua pihak sudah bersatu dan move on dari hasil pemilu ini. Jangan ada yang mencoba menghidupkan kembali perdebatan lama atau menyudutkan pihak tertentu. Kemenangan adalah amanah, bukan kesempatan untuk pamer kekuasaan,” tegasnya.
Pengeran Muda menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dengan menunjukkan sikap rendah hati dan fokus pada pembangunan. Ia berharap pasangan terpilih dan timnya lebih memprioritaskan upaya mewujudkan janji-janji kampanye daripada melibatkan diri dalam konflik yang tidak produktif.
“Rakyat tidak butuh drama atau sindiran, mereka butuh bukti nyata. Fokuslah pada program kerja yang membawa manfaat bagi masyarakat Banda Aceh,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa masyarakat Banda Aceh sangat kritis terhadap pemerintahan. Setiap langkah dan kebijakan yang diambil akan terus diawasi. “Kesuksesan pemerintahan bukan hanya tentang memenangkan pemilu, tetapi juga tentang mampu memenuhi harapan rakyat,” katanya.
Dengan semangat persatuan, Pengeran Muda berharap semua pihak dapat bersinergi dalam membangun Banda Aceh. “Jangan jadikan kemenangan ini sebagai akhir perjuangan, tetapi sebagai awal tanggung jawab besar untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih baik,” pungkasnya.
Pengeran Muda Arwalis.

















































