Kutacane, TeropongBarat.com – Dalam suasana malam yang sunyi saat warga tengah terlelap tidur, musibah kebakaran melanda Kute Engkran, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Rabu dini hari (28/5/2025), sekitar pukul 03.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap enam unit rumah warga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh harta benda milik warga tak sempat diselamatkan karena api menyebar dengan sangat cepat, sementara warga dalam kondisi panik.
Dari data yang dihimpun, sebanyak 1 unit rumah berkonstruksi kayu dan 5 unit rumah semi permanen terdampak akibat kebakaran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa Damkar BPBD Kutacane menerima laporan dari warga terkait kebakaran yang terjadi di Desa Engkran, Kecamatan Lawe Alas.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari Pos Damkar Lawe Alas dan Pos Mako Damkar Kutacane langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
“Menurut keterangan warga, kebakaran terjadi saat penghuni rumah sedang tertidur lelap. Api terlihat mulai membesar dari salah satu rumah, kemudian warga berteriak meminta bantuan untuk memadamkan api serta menghubungi pemadam kebakaran,” ungkap Asbi kepada jurnalis.
Lebih lanjut, Kalaksa BPBD tersebut menyebutkan bahwa kebakaran menghanguskan 1 unit rumah papan/kayu dan 5 unit rumah semi permanen. Sayangnya, seluruh harta benda yang berada di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.50 WIB, setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, dibantu oleh warga sekitar, serta personel TNI dan Polri.
Berdasarkan pendataan, terdapat 3 rumah mengalami rusak berat (RB) dan 3 rumah lainnya rusak ringan (RR). Adapun nama-nama warga yang terdampak adalah:
-
Juliah, 65 tahun (RB)
-
Rajani, 50 tahun (RB)
-
Jumiah, 58 tahun (RB)
-
Aska Nopendi, 30 tahun (RR)
-
Salamun, 50 tahun (RR)
-
Neng, 47 tahun (RR)
Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Di akhir keterangannya, Mohd. Asbi mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Tenggara untuk senantiasa waspada, serta memastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan aman sebelum tidur.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga warga yang terdampak diberi kesabaran. Untuk bantuan masa panik, saat ini kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tutup Hasbi.
(Sadikin – TeropongBarat.com)