SAMPANG – TEROPONG BARAT _ Aliansi Mahasiswa IAI NATA Sampang menggelar aksi protes menentang pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) yang dianggap tidak demokratis.
Menurut Kordinator Lapangan (Korlap) Haruna Sumitro, keputusan pihak akademik yang menunjuk Presma dan Wakilnya tanpa melibatkan mahasiswa merupakan tindakan sepihak yang merampas hak demokrasi mereka.
“Pemilihan Presma harus dilakukan secara demokratis, karena itu adalah hak kami sebagai mahasiswa,” tegas Haruna. Minggu (15/6/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengacu pada Permendikbud Nomor 155 Tahun 2009 tentang Organisasi Kemahasiswaan, yang menyatakan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk berorganisasi, bersuara, dan memilih pemimpin secara mandiri dan demokratis.
Menanggapi protes ini, Wakil Rektor III IAI NATA, Siti Farida, menyatakan bahwa proses pemilihan Presma telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) akademik.
Namun, ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif memberikan saran dan kritik, dan menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengubah aturan jika diperlukan.
“Tetapi, pemilihan Presma tidak bisa dilaksanakan lagi karena sudah terpilih,” kata Farida. (Red)