APH Diminta Lidik Dugaan Korupsi di Aceh Singkil, Pemuda, Mahasiswa, dan LSM Mendesak

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 16:19 WIB

40125 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, teropongbarat.co – Desakan agar aparat penegak hukum (APH) serius menindaklanjuti dugaan korupsi di Kabupaten Aceh Singkil semakin menguat. Hal ini menyusul hasil audit BPK RI Nomor 12.B/LHP/XVIII.BAC/05/2025 tanggal 21 Mei 2025 serta investigasi lapangan yang menemukan sejumlah kejanggalan dalam penggunaan anggaran.

Sejumlah temuan dimaksud antara lain:

Subsidi PDAM Tirta Singkil
Anggaran Rp 2 miliar. Realisasi tidak tepat sasaran, diduga dipakai untuk biaya listrik dan gaji pegawai non-produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengadaan Barang Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM
Mesin babat rumput Rp 185 juta, mesin jahit Rp 185 juta, peralatan masak Rp 162 juta, dan gerobak becak Rp 100 juta.
Status: Barang belum diserahkan kepada penerima, diduga fiktif.

RSUD Aceh Singkil
Proyek Ruang VK & Perinatologi dengan nilai kontrak Rp 1,18 miliar diduga tidak sesuai bestek.

Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah
Lanjutan pembangunan Masjid Raya Rimo (DOKA) senilai Rp 1,07 miliar diduga tidak sesuai bestek.

Dinas Perkebunan Aceh Singkil
Jalan produksi kebun rakyat di Desa Penjahit Rp 174,8 juta, Desa Biskang Rp 174,8 juta, Desa Sanggaberu Silulusan Rp 174,8 juta, dan Desa Suka Damai Rp 179,8 juta.

Dinas Kesehatan Aceh Singkil
Rumah dinas Puskesmas Pulau Banyak Rp 980 juta, Puskesmas Singkil Rp 989 juta, renovasi Pustu Rantau Gedang Rp 566 juta, rumah dinas Puskesmas Kuta Tinggi Rp 979 juta, penambahan ruang Puskesmas Kuta Baharu Rp 2,83 miliar.

Dinas Pendidikan & Kebudayaan Aceh Singkil
RKB + perabot SD IT Imam As Syafii Rp 1,33 miliar, perpustakaan SD IT Imam As Syafii Rp 347 juta, lab komputer SD IT Imam As Syafii Rp 393 juta, ruang guru SD IT Imam As Syafii Rp 335 juta, lab komputer SMPN 1 Pulau Banyak Rp 539 juta, rehabilitasi SDN Cingkam Rp 831 juta, dan RKB SDN 1 Gosong Telaga Rp 1,35 miliar.


Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, Anton Tin, mendesak aparat hukum untuk segera bertindak.
“Kami meminta pihak kejaksaan dan Tipikor segera mengusut kasus ini, memeriksa pimpinan SKPK serta kontraktor yang diduga terlibat dalam praktik KKN,” ujarnya.

Di tempat terpisah, DPD Alamp Aceh juga menggelar aksi demonstrasi mendesak penegakan hukum atas dugaan korupsi tersebut. Mereka menegaskan, temuan BPK RI harus menjadi pintu masuk bagi kejaksaan dan Polda Aceh untuk menindak para pihak yang terlibat.

Tekanan dari pemuda, mahasiswa, dan LSM ini diharapkan menjadi alarm keras agar APH tidak berlama-lama membiarkan kasus dugaan korupsi di Aceh Singkil tanpa kepastian hukum.

Tajuk: Jangan Biarkan Aceh Singkil Tenggelam dalam Korupsi
Audit BPK RI telah membuka borok pengelolaan anggaran di Aceh Singkil. Mulai dari subsidi PDAM yang tidak tepat sasaran, proyek fiktif, hingga pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang diduga sarat penyimpangan. Angka-angka yang muncul bukanlah kecil, melainkan miliaran rupiah uang rakyat.
Desakan pemuda, mahasiswa, dan LSM agar aparat penegak hukum turun tangan bukanlah tanpa alasan. Jika temuan BPK dan fakta lapangan ini dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan penegak hukum akan runtuh.
Kejaksaan dan Tipikor harus menjadikan kasus ini prioritas. Jangan hanya berhenti di laporan audit, tapi harus berlanjut pada proses hukum yang transparan. Pimpinan SKPK dan kontraktor yang terlibat wajib dimintai pertanggungjawaban.
Rakyat Aceh Singkil menunggu bukti nyata: apakah hukum benar-benar ditegakkan, ataukah kembali menjadi tontonan tanpa ujung///@)

Berita Terkait

Konflik Lahan Eks Transmigrasi dengan PT Nafasindo Memanas: Pemerintah Aceh Singkil Dianggap Tutup Mata
Kuasa Hukum Yakarim Munir: “Ini Bukan Penegakan Hukum, Tapi Kriminalisasi!”
Sengketa Lahan, Aktivis Aceh Singkil Yakarim Diduga Dikriminalisasi
Forkopimda Aceh Singkil Rakor, Isu HGU dan Program MBG Jadi Sorotan Utama
Dugaan Kriminalisasi Yakarim & YM di Aceh Singkil, Jamwas & Komisi Kejaksaan Diminta Evaluasi
Pipa Limbah PT Nafasindo Bocor, Ribuan Ikan Mati Mendadak – Ekosistem Air di Aceh Singkil Terancam
Tim Audit Inspektorat Asing Turun Audit DD APBN Desa Ladang Bisik
Pembunuh Seorang Guru Secara Sadis Akhirnya Dibekuk — Ditangkap di Subuh yang Pekat

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 13:41 WIB

Respon Cepat Pohon Tumbang,Sapar Pemuda Gebang Apresiasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup

Senin, 12 Januari 2026 - 13:15 WIB

Kapolres Bantaeng Hadiri Peresmian Reopening Kolam Renang Andi Pawiloi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:52 WIB

Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pasca bencana

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:09 WIB

Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong

Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:58 WIB

Optimalkan Lahan Produktif, Lapas Labuhan Ruku Siapkan Program Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Januari 2026 - 21:29 WIB

Berkomitmen pada Keamanan Kampus, USU Raih Penghargaan Terbaik dari APSI

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:43 WIB

Polres Kampar Gelar Sosialisasi DIPA 2026, Tandatangani Pakta Integritas, Kapolres: Komitmen Bersama Wujudkan Polri yang Presisi

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:20 WIB

GPI “Vaksinasi Hukum” Cegah Korupsi Dana Desa – Menurut Ketua Umum Muhammad Ali, Sesuai Amanah UU No. 8 Tahun 1999

Berita Terbaru