Konflik Lahan Eks Transmigrasi dengan PT Nafasindo Memanas: Pemerintah Aceh Singkil Dianggap Tutup Mata

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025 - 18:09 WIB

40370 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, teropongbarat.co. Tiga dekade janji yang tak kunjung ditepati akhirnya memantik bara. Konflik lahan eks transmigrasi antara masyarakat Desa Srikayu dan Desa Pea Jambu dengan PT Nafasindo kembali mencuat, kali ini dengan nada yang lebih keras. Warga menuding pemerintah daerah lamban, bahkan abai, dalam menyelesaikan persoalan yang sejak awal 1990-an terkatung-katung.

Semua berawal dari perjanjian 1993 dan 1995. Kala itu, lahan masyarakat dipinjam untuk pembibitan sawit. Janjinya, setelah selesai, tanah kembali ke tangan warga. Tapi tiga puluh tahun lewat, janji tinggal janji.

“Ini bukan main-main. Ini tanah kami, hak kami,” kata seorang tokoh Desa Srikayu dengan suara bergetar menahan emosi. Surat sudah berulang kali dikirim ke bupati, gubernur, hingga dinas terkait. Balasannya? Hening.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi warga, diamnya pemerintah hanya menegaskan keberpihakan: korporasi lebih penting ketimbang rakyat. “PT Nafasindo jelas melanggar kewajiban. Tapi pemerintah diam. Apakah karena modal lebih berkuasa dari rakyat?” sindir seorang warga Desa Pea Jambu.

Ketidakpuasan itu kini menjelma ancaman aksi besar-besaran. Warga mengultimatum: jika tak ada kejelasan, kantor PT Nafasindo dan kantor bupati akan mereka duduki. “Ini bukan sekadar protes. Ini perlawanan terhadap ketidakadilan,” tegas perwakilan pemuda Srikayu.

Tokoh adat mengingatkan, bila dibiarkan, bara ini bisa berubah jadi krisis sosial. “Jangan tunggu meledak baru turun tangan. Bupati harus hadir, dengar suara rakyat. Kalau kepercayaan hilang, apa lagi yang tersisa?” ujar pemuka masyarakat Pea Jambu.

Desakan lain muncul: audit transparan dan investigasi hukum terhadap perjanjian awal. Jika ada manipulasi, aparat diminta menindak. “Jangan biarkan hukum mandek demi kepentingan perusahaan,” kata seorang aktivis lokal.

Sengketa ini seakan cermin retak tata kelola agraria di daerah. Janji tak ditepati, suara rakyat tak digubris, pemerintah pasif. Kini, Aceh Singkil berada di persimpangan: berani menegakkan keadilan atau menanggung gelombang ketidakpercayaan yang kian membesar.//@nton tin

Berita Terkait

Kuasa Hukum Yakarim Munir: “Ini Bukan Penegakan Hukum, Tapi Kriminalisasi!”
APH Diminta Lidik Dugaan Korupsi di Aceh Singkil, Pemuda, Mahasiswa, dan LSM Mendesak
Sengketa Lahan, Aktivis Aceh Singkil Yakarim Diduga Dikriminalisasi
Forkopimda Aceh Singkil Rakor, Isu HGU dan Program MBG Jadi Sorotan Utama
Dugaan Kriminalisasi Yakarim & YM di Aceh Singkil, Jamwas & Komisi Kejaksaan Diminta Evaluasi
Pipa Limbah PT Nafasindo Bocor, Ribuan Ikan Mati Mendadak – Ekosistem Air di Aceh Singkil Terancam
Tim Audit Inspektorat Asing Turun Audit DD APBN Desa Ladang Bisik
Pembunuh Seorang Guru Secara Sadis Akhirnya Dibekuk — Ditangkap di Subuh yang Pekat

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 21:32 WIB

Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:43 WIB

Kapolres Gayo Lues Buka Akses Jalan Darurat Penghubung Desa Pertik–Desa Ekan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:58 WIB

Masyarakat Blangpegayon Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Kantor Camat sebagai Upaya Tolak Bala dan Wujud Kepedulian terhadap Bencana

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:55 WIB

Akses Jalan Rikit Gaib–Pantan Cuaca Masih Terputus, Polisi Lakukan Pengamanan dan Pantau Perkembangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:57 WIB

GAKORPAN Temukan Dugaan Fraud Pengelolaan Dana Kapitasi, Laporkan ke Kejari dan Dorong Audit Khusus

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:00 WIB

KONI Gayo Lues Fokus pada Aksi Kemanusiaan dengan Distribusi Bantuan ke Empat Kampung Terdampak

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:17 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:57 WIB

Wakapolres Gayo Lues Turun Tangan, Warga dan Aparat Bangun Bendungan Cegah Banjir

Berita Terbaru