SAMPANG _ TEROPONG BARAT _ Menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 terkait percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, kini bergerak cepat untuk menyelesaikan proses sertifikasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pemenuhan syarat beroperasinya SPPG atau Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai penyedia layanan pemenuhan gizi, serta memenuhi standar operasi dalam kebersihan dan keamanan pangan.
Penanggung jawab percepatan SLHS Dinkes Sampang, Agus Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan seluruh proses sertifikasi selesai pada akhir Oktober 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami fokus menyelesaikan sertifikasi untuk SPPG yang sudah aktif beroperasi. Target kami seluruhnya rampung di akhir bulan ini,” ungkapnya Minggu (12/10/2025).
Adapun biaya penerbitan SLHS dibebankan kepada masing-masing satuan pelayanan, dengan kisaran biaya antara Rp 800 ribu hingga Rp1 juta. Untuk kebutuhan uji laboratorium, Dinkes Sampang menggandeng laboratorium di Kabupaten Pamekasan sebagai mitra.
Plt Kepala Dinkes Sampang, dr. Lusi, turut menegaskan bahwa proses verifikasi dan pengujian lapangan masih berlangsung.
“Tim kami terus bekerja memastikan seluruh SPPG memenuhi standar higiene sanitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara berdasarkan data terbaru dari Dinkes Sampang, terdapat 57 SPPG yang saat ini tengah menjalani tahapan proses sertifikasi SLHS. (Red).






















