Polres Aceh Tengah Jangkau Wilayah Terisolir, Pastikan Kondisi Bayi Viral dan Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:47 WIB

4034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah – Mengawali tahun 2026, Polres Aceh Tengah langsung bergerak cepat menembus wilayah-wilayah terisolir pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Aksi ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara, memastikan kondisi kesehatan masyarakat, serta menindaklanjuti viralnya foto seorang bayi yang diduga menderita penyakit kulit akibat keterbatasan akses dan komunikasi.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, tim gabungan dari Dokkes Polres Aceh Tengah, BKO Brimob Polda Aceh, dan Satintelkam Polres Aceh Tengah tiba di Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge. Tindakan ini merupakan respons cepat terhadap informasi yang beredar luas di media. Kapolres Aceh Tengah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan kondisi bayi viral tersebut dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis.

Perjalanan menuju Kampung Atu Payung tidaklah mudah. Tim memulai perjalanan pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan menggunakan motor trail hingga batas jalan yang bisa dilalui. Selanjutnya, mereka harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer melewati medan terjal, berlumpur, licin, dan tertutup material longsor. Cuaca buruk semakin memperberat perjalanan, mengubah waktu tempuh normal menjadi perjuangan selama 14 jam. Meski menghadapi risiko dan keterbatasan, semangat personel tidak padam demi menjangkau masyarakat yang terisolir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di lokasi, tim medis Polres Aceh Tengah segera memeriksa kesehatan bayi yang fotonya viral. Bayi laki-laki berinisial R.J., berusia sekitar 5 bulan, dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Diketahui bahwa saat foto diambil, bayi tersebut sedang menderita cacar air (varicella) dan pengobatan tradisional dengan air sirih menyebabkan kulitnya tampak kemerahan, menimbulkan kekhawatiran dan persepsi keliru di masyarakat.

Selain memeriksa kondisi bayi, tim Polres Aceh Tengah juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Jamur Koyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule, Kecamatan Bintang. Hasil pemeriksaan menunjukkan berbagai keluhan dan penyakit seperti hipertensi, sakit kepala, batu karang, gangguan lambung, stroke dengan luka tekan, diare, flu, alergi, asma, gatal-gatal, dan asam urat. Tim juga mendata dua anak stunting di Kampung Atu Payung dan Kampung Serule untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan tanggung jawab Polri dalam memverifikasi dan menangani informasi yang beredar di masyarakat secara profesional. Polri tidak hanya mengklarifikasi informasi, tetapi juga memastikan kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak mendapatkan penanganan kesehatan yang layak meski berada di wilayah terpencil.

Meskipun seluruh warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada lagi pengungsian, kebutuhan dasar masyarakat masih sangat mendesak. Akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sementara penerangan dan jaringan komunikasi masih lumpuh. Polri mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membuka akses jalan dan membentuk tim terpadu penanganan kesehatan di wilayah sulit dijangkau. Polri akan terus hadir, berkolaborasi, dan bergerak proaktif untuk memastikan keselamatan, kesehatan, serta kebenaran informasi bagi masyarakat. (Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Akses Jalan Rusak, Polres Aceh Tengah Pastikan Bantuan dan Perhatian Sampai ke Warga Terpencil  
Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Dari Posko hingga Pintu Rumah, Polri Hadir Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Kala Segi Aceh Tengah
Kolaborasi Edukatif, Bea Cukai Lhokseumawe dan Satpol PP Aceh Tengah Gelorakan Kepatuhan Cukai
Sinergi Disdag Aceh Tengah dan Bea Cukai Dorong Penguatan SDM Industri Hasil Tembakau Lewat Bimtek di Takengon
Lecehkan Anak di Bawah Umur, Seorang Pria Digelandang Polisi setelah Dilaporkan Ibu Korban
Dinas Koperasi Aceh Tengah dan Bener Meriah, Support Peneliti Koperasi Kopi Gayo
Ulang Tahun ke-22 Pakpak Bharat: “Bangkit” dengan Rendang Keras dan Kue Basa-Basi?

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 21:32 WIB

Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:43 WIB

Kapolres Gayo Lues Buka Akses Jalan Darurat Penghubung Desa Pertik–Desa Ekan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:58 WIB

Masyarakat Blangpegayon Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Kantor Camat sebagai Upaya Tolak Bala dan Wujud Kepedulian terhadap Bencana

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:55 WIB

Akses Jalan Rikit Gaib–Pantan Cuaca Masih Terputus, Polisi Lakukan Pengamanan dan Pantau Perkembangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:57 WIB

GAKORPAN Temukan Dugaan Fraud Pengelolaan Dana Kapitasi, Laporkan ke Kejari dan Dorong Audit Khusus

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:00 WIB

KONI Gayo Lues Fokus pada Aksi Kemanusiaan dengan Distribusi Bantuan ke Empat Kampung Terdampak

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:17 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:57 WIB

Wakapolres Gayo Lues Turun Tangan, Warga dan Aparat Bangun Bendungan Cegah Banjir

Berita Terbaru