SAMPANG _ TEROPONG BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang melalui Komisi IV mengambil langkah untuk memfasilitasi dialog atas polemik dugaan malpraktik medis yang melibatkan Rumah Sakit (RS) Ninditha dan salah satu pasiennya, yang belakangan ini menjadi perhatian dan sorotan publik.
Berdasarkan hasil dialog (audiensi) bersama sejumlah pihak, Mahfud selaku Ketua Komisi IV DPRD Sampang menjelaskan bahwa permasalahan tersebut dipicu oleh adanya kesalahpahaman (miskomunikasi) antara pasien dan pihak rumah sakit.
“Dari hasil audiensi yang kami lakukan, permasalahan ini berawal dari miskomunikasi dan kesalahpahaman yang kemudian berkembang,” ujar Mahfud Senin (12/01/2026) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan juga bahwa pihak Rumah Sakit Ninditha dalam forum tersebut, telah menawarkan penanganan lanjutan pasca operasi kepada pasien mulai dari perawatan luka hingga kontrol rutin ke dokter. Serta,telah menyiapkan fasilitas antar-jemput pasien guna memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.
Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari perwakilan Forum Madura Bersatu (Formabes) yang mana mengungkapkan bahwa pasien hingga kini masih mengalami trauma pasca operasi sehingga menolak kembali menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kendala utamanya adalah trauma yang dialami pasien setelah operasi sehingga enggan kembali ke rumah sakit,” kata Mat Hari selaku sekretaris Formabes Sampang.
Perbedaan keterangan dari kedua belah pihak inilah yang dinilai menjadi penyebab persoalan belum menemukan titik temu dan terus memicu polemik di tengah masyarakat.
Untuk meredam persoalan tersebut Komisi IV DPRD Sampang memastikan akan membuka ruang dialog dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar masalah dapat diselesaikan secara bijak.
“Kami akan memfasilitasi diskusi dan mediasi agar permasalahan ini tidak semakin melebar dan bisa segera diselesaikan,” tegas Mahfud.
Ia menambahkan DPRD akan berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak dengan mengedepankan nilai kemanusiaan serta fokus pada pemulihan kondisi pasien.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana pasien bisa pulih dan kedua belah pihak mendapatkan solusi terbaik,” pungkasnya. (**)

















































