ACEH TENGAH | Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen yang tergabung bersama relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa aktip mengajar pada sekolah darurat di desa Rejewali, Kecamatan Ketol Aceh Tengah
Menurut Nurul Maqfirah didampingi Miftahul Rizki mahasiswi prodi Seni dan Pertunjukan Fkip Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), mereka terlibat mengajar pada sekolah darurat, karena wilayah tersebut merupakan daerah sangat terdampak akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Kami mahasiswi Uniki dan relawan Sukma Bangsa bersama beberapa guru SD 10 Ketol mengaktipkan sekolah Tenda untuk berjalannya proses belajar mengajar anak- anak masyarakat terdampak bencana, jelas Nurul Maqfirah didampingi Miftahul Rizki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Ada sekitar 46 murid terlibat dan ikut pada sekolah tenda tersebut, semuanya anak warga yang berdampak bencana Hidrometereologi.”, ungkap Miftahul.
Kami mengajar seperti jadwal sekolah normal yaitu, enam hari dalam seminggu, mulai pukul 10- 12 Siang. Kemudian sorenya mulai
Pukul 15.00 sd 16.00, Wib kami mengajar mengaji untuk mereka.
Tujuan sekolah tenda ini untuk menghindari putus sekolah dan anak-anak korban bencana tetap mendapatkan akses pendidikan, walaupun kondisi daerah dalam kondisi porak poranda akibat banjir dan longsor, tambahnya lagi.
Selain itu juga kami isi program Trauma Healing bagi mereka”, cerita Miftahul Rizki didampingi Nazira Safira.
Harapan kami pembelajaran yang kami ajarkan, dapat menghilangkan rasa trauma, serta menumbuhkan kembali semangat belajar anak – anak di daerah pedalaman pasca bencana, ujar Nazira Safira.
Kehadiran sekolah darurat atau sekolah tenda ini merupakan upaya rehabilitasi kondisi daerah, khususnya pendidikan anak-anak, setelah wilayah tersebut dihantam bencana Hidrometreologi yang terjadi akhir tahun 2025 lalu, jelas Miftahul Rizki.

Perjalanan kami menuju lokasi setelah berjalan kaki 5 KM dari posko dengan kondisi jalan mendaki naik turun gunung, cerita Miftahul Rizki.
Sebelum ke desa Bintang Pelara, mahasiswi Uniki bersama relawan Sukma Bangsa juga telah melakukan Asessmen data pada Sekolah Dasar 20 Ketol dan SMP 32 Takengon.
Kemudian Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, selaku Wakil Rektor III Uniki, menjelaskan keterlibatan mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Bireuen dalam mengaktipkan sekolah darurat di daerah berdampak banjir,, merupakan program dari Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa.
Mereka akan berada di lokasi berdampak bencana Aceh Tengah dan Bener Meriah selama 3 bulan, dimulai pada 10 Januari 2026 ujar Dr. Kamaruddin.
Adapun mahasiswi Uniki yang terlibat dalam relawan tersebut adalah Aulia Agustian (Prodi Ilmu Hukum), Nazira Safira (Prodi Manajemen), serta Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Prodi Seni dan Pertunjukan) Fkip Uniki. (ZK)

















































