LANGKAT,Teropong Barat.com – Anggota DPRD Kabupaten Langkat, M. Bahri, SH, MH, mengawali masa reses perdana tahun 2026 dengan menemui konstituen di tanah kelahirannya, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Senin (26/1/2026)
Pertemuan ini menjadi momentum bagi politisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut untuk menjemput langsung aspirasi masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh ratusan warga, mayoritas kaum ibu, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat. Sekretaris Desa Ara Condong, M. Nasir, dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi Bahri yang selama ini dinilai konsisten merealisasikan usulan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan usulan pembangunan agar dapat diperjuangkan kembali oleh Pak Bahri di parlemen,” ujar Nasir.
*Komitmen Membangun Kampung Halaman*
Bagi M. Bahri, reses kali ini memiliki kedekatan emosional tersendiri. Sebagai putra daerah yang telah duduk di kursi DPRD Langkat selama 11 tahun, ia menegaskan tanggung jawab moralnya terhadap kemajuan Desa Ara Condong.
“Saya tidak akan melupakan Desa Ara Condong karena ini adalah kampung halaman saya. Saya merasa bertanggung jawab dan akan terus berjuang untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di sini,” tegas Bahri di hadapan warga.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui fungsi penganggaran (budgeting) yang dimilikinya di DPRD, ia akan berupaya memastikan usulan prioritas warga masuk dalam skema pembangunan daerah.
Daftar Aspirasi Warga: Infrastruktur Jadi Prioritas
Dalam sesi dialog, warga Desa Ara Condong menyampaikan sejumlah keluhan terkait infrastruktur dan fasilitas sosial, di antaranya:
* Perbaikan Jalan: Pengaspalan (hotmix) Jalan Pasar 6 menuju Tapos dan Gang Keluarga.
* Akses Dusun: Perbaikan jalan rusak parah di Dusun XI menuju benteng sepanjang 300 meter.
* Fasilitas Umum: Pemasangan paving block akses menuju Puskesmas dan renovasi MCK Musholla.
* Kesejahteraan: Permohonan kelanjutan program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
*Seruan Melawan Narkoba*
Menutup kegiatan tersebut, M. Bahri menyelipkan pesan edukatif mengenai bahaya narkotika. Ia menekankan bahwa pemberantasan peredaran gelap narkoba tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi butuh pengawasan aktif dari orang tua dan tokoh masyarakat.
“Narkoba adalah musuh bersama. Kita semua harus peduli dan berperan aktif melindungi lingkungan dan keluarga kita dari bahaya ini,” pungkasnya.
Pewarta: Lufti

















































