Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengkapannya.

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:06 WIB

4076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi anggaran Rumah Sakit (RS) Anatototi pada tahun anggaran 2022–2023 tercatat mencapai lebih dari Rp9 miliar. Sementara pada tahun 2025, alokasi anggaran kembali dikucurkan dengan nilai lebih dari Rp3 miliar. Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, muncul pertanyaan serius terkait pengadaan satu unit ambulans melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022 senilai Rp1 miliar lebih.Ambulans yang dimaksud diketahui dianggarkan sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan diperuntukkan sebagai ambulans rujukan dengan spesifikasi ICU mini. Dalam dokumen pengadaan, ambulans tersebut seharusnya dilengkapi berbagai peralatan medis penunjang layanan gawat daruratan.

Dalam pengadaan tahun 2022 itu, ambulans sudah dilengkapi alat-alat medis lengkap. Ada tensi meter, stetoskop, tabung oksigen, alat pacu jantung, lemari obat, tiang infus, kotak P3K, hingga alat bedah minor set,” ungkap seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, kepada media ini.Selain itu, ambulans tersebut juga dilengkapi cairan infus beserta slang infus, peralatan pendukung lainnya, serta kelengkapan standar medis sesuai spesifikasi ICU mini. Namun fakta di lapangan saat ini, sejumlah alat medis yang sebelumnya tercantum dalam pengadaan tersebut diduga sudah tidak berada di dalam ambulans. Sekarang alat-alat itu sudah tidak ada. Kondisi ambulans tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal pengadaan. Ini yang menjadi tanda tanya besar, ujar narasumber yang tidak mau menyebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap keberadaan dan pemeliharaan seluruh aset pengadaan berada pada manajemen rumah sakit, khususnya Direktur RS Anatototi sebagai penanggung jawab utama. Kalau alat-alat itu hilang atau tidak jelas keberadaannya, Direktur Rumah Sakit harus bertanggung jawab. Itu barang negara, dibeli dengan uang negara, tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RS Anatototi maupun Direktur Rumah Sakit terkait dugaan hilangnya kelengkapan alat medis pada ambulans( Dana DAK ) tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Redaksi//

Teropongbarat.com

Red ( Ellon)

Berita Terkait

Pakar Pers AKPERSI: Pejabat Publik yang Merekam Wartawan Saat Jalankan Tugas Jurnalistik Bisa di Proses Hukum
Polsek Pangkalan Brandan Laksanakan Pengamanan Ibadah Umat Kristiani ,Polres Langkat Pastikan Wilayah Aman dan Kondusif
Hari Keempat, Gotong Royong Renovasi Jembatan Sungai Penyengat Terus Dikebut
Cegah Risiko Pohon Tumbang, Babinsa Pecalukan Turun Langsung Bersama Warga
Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Apt. Rucita Arfianisa Gelar Reses Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kerinci dan Pemdes Tutung Bungkuk
Soetopo Berutu Kembali ke Lapas Lahat, Nostalgia dan Jalin Silaturahmi dengan Pegawai
IOM dan KKP Lakukan Kampanye Migrasi Aman Bagi Nelayan Tanimbar.

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 21:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat dukung percepatan pembebasan lahan PLTA Kombih III

Senin, 2 Februari 2026 - 21:29 WIB

Pakpak Bharat backs land acquisition talks for 45 MW hydropower project

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:02 WIB

Nama Banyak, Janji Satu: Mhd Safrizal Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Masuk Kowad

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:56 WIB

Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah,Bupati Karo Hadiri konsultasi Publik RKPD 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:55 WIB

Bupati Karo Hadiri Pelantikan Rektor USU Periode 2026–2031

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:25 WIB

PTPN IV dan Unand Matangkan Hilirisasi Gambir di Pakpak Bharat

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:05 WIB

Selamat Bertugas Kapolsek Sunggal, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sunggal Dorong Sinergi Kamtibmas dan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:53 WIB

Rakernas XVII APKASI di Batam, Bupati Pakpak Bharat Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

KARO

Niat Klaim Asuransi, Kakak Bunuh Adik Kandung 

Senin, 2 Feb 2026 - 22:42 WIB