Oknum TNI Jadi Mafia Anggaran Gedung KDMP Di Bangkalan. 

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:17 WIB

4062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan Madura// Terpongbarat.com  PT. Agrinas Pangan Nusantra secara resmi sebagai penerima tugas dari Presiden Prabowo untuk membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh indonesia sebanyak 80.000 bangunan, yang bekerja sama dengan TNI.  Anggaran pembangunan gedung tersebut bisa dibilang fantastis, yaitu mencapai 1.6 miliar pergedung. Sumber dananya yaitu berasal dari skema pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang disalurkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Tetapi yang punya kewajiban membayar cicilannya yaitu Koperasi Desa Merah Putih yang diambil dari Dana Desa. Jika beban pembayarannya diambil dari Desa, seharusnya Agrinas melibatkan Pemerintah Desa dalam proses perencanaan dan pembangunannya bukan malah menggandeng TNI. Karena tugas TNI bukanlah kontraktor dan tidak boleh turun mengerjakan proyek sebagaimana diatur oleh *Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) (yang telah diubah menjadi UU No. 3 Tahun 2025)**ANGGARAN GUDANG KDMP MASIH MISTERIUS* Bicara tentang anggaran pembangunan KDMP, ini butuh dikuliti sedetail mungkin. Mulai dari anggaran persiapan sampai pada tahap pelaksanaanya, termasuk juga material yang sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan dalam RABnya.  Untuk anggaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebenarnya bervariasi, dengan estimasi biaya fisik sekitar Rp1,6 miliar per unit mencakup gudang, gerai, kendaraan, dan kelengkapan lainnya yang bersumber dari pinjaman Himbara dibayar pakai Dana Desa. Di Bangkalan, anggaran pengerjaan gudang KDMP ini pada RAB tercatat Rp. 1.099.615.763, sedangkan yang Rp. 600.000.000 juta tidak diketahui disimpan dimana dan untuk apa. Masih menjadi misteri?

Dalam sebuah pesan pribadi yang disampaikan oleh salah satu kontraktor kepada saya, “saya ditawarin pembangunan KDMP, tapi potongannya lumayan besar kurang lebih 40%” cetusnya. 

Pesan ini tidak saya terima mentah-mentah, karena bisa jadi salah tetapi bisa juga mendekati kebenaran meski secara real pembuktian akan sangat sulit, selain itu takut ini fitnah. Yang namanya potong memotong anggaran, selama ini memang seperti kentut, bentuknya tidak terlihat tapi baunya terdengar. Nah disinilah ruang kosong aparat penegak hukum dan masyarakat untuk ikut serta mengawasi anggaran pembangunan gedung KDMP ini. Ketika anggaran negara masih ada potong memotong, maka efeknya nanti pada pengurangan kualitas bahan bangunan. Seperti contoh, anggaran untuk struktur bawah sebenarnya Rp.192.281.146 tetapi banyak komponen yang kemudian dikurangi, misalkan penggalian pondasi dilakukan swadaya, pengerjaan lantai bawah pondasi juga tidak dilakukan atau bahkan pembesian juga dicampur ukuran dan kualitasnya, ini perlu didokumentasikan dan diperhatikan dari sekarang. Berikutnya, nanti harus benar benar diawasi juga pengerjaan struktur atasnya agar sesuai dengan RAB..

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sederhananya “gedung ukuran 20×30 itu apakah realistis menghabiskan anggaran sampai 1.6 Miliar?” Mari kita awasi dan dokumentasikan setiap bahan yang datang dan tahapan pengerjaan KDMP ini. 

*PROYEK TNI*Selama ini, TNI selalu dikenal dengan semangat gotong royongnya dan selalu menjadi garda terdepan mendukung pembangunan dengan sistem padat karya, tapi ketika dihadapkan pada proyek gedung KDMP semangat gotong royong dan padat karya yang selalu digelorakan itu hilang tiba-tiba “kurang anggaran kita gotong royong, banyak anggaran maaf kita sudah borong”. Kalimat ini mungkin cocok untuk membaca wajah TNI saat ini. TNI yang sekarang tidak seperti dulu lagi, karena mereka sudah berkuasa dan lupa pada semangat dulu yang begitu membara “Dulu TNI bagi kami singaraja, kami rindu pada TNI yang mengayomi dan melindungi NKRI bukan TNI yang disibukkan dengan pembangunan gedung KDMP”. (31/1/2026)

Redaksi//

Terpongbarat.com

pewarta: Aziz

Berita Terkait

Ketua Umum LPK Muhammad Ali, S.H. Pertanyakan Polda Lampung Soal Dugaan Ijazah Plasu Eka Saudara Kembar Wali Kota Bandar Lampung  
Cita-Cita di Ujung Timur Papua, Satgas Yonif 521/DY Semangat Menuntut Ilmu di Pedalaman Kurima
Perkuat Gotong Royong, TNI–Polri Bersama Pemda Laksanakan Karya Bakti, Pasar Dan Terminal Jadi Sasaran Utama
Pengawasan Dana BOS Nasional Diuji,Pengelolaan Rp.2,6 Miliar di SMK Negeri 1 Sei Rampah Jadi Perhatian 
Di Antara Rimba dan Air Mata Harapan: Anjangsana TNI Bersama Saudara-saudara kita di ujung timur Indonesia
Ambil Langkah Preventif Polsek Gunung Anyar Pasang Alarm Gratis Untuk Warga
Pakpak Bharat backs land acquisition talks for 45 MW hydropower project
Warga Desa Gemurung Laporkan Kepala Desa ke Kejari Sidoarjo Terkait Dugaan Pelanggaran APBDes

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:38 WIB

Sebelum Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026, Sipropam Polres Bantaeng Cek Kelengkapan Administrasi Pribadi Personel

Senin, 2 Februari 2026 - 16:50 WIB

Bupati Bantaeng Dan Wabup Bersama Forkopimda Kompak Hadiri Rakornas 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 11:58 WIB

Dukung Hanpangan, Babinsa Bonto Manai Laksanakan Pendampingan LTT di Lahan Pertanian

Senin, 2 Februari 2026 - 08:45 WIB

Operasi Keselamatan Pallawa 2026 Dimulai Hari Ini, Wakapolres Bantaeng Pimpin Apel Gelar Pasukan

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Kelurahan Bonto Rita Gelar Karya Bakti Bersama Kerukunan Keluarga Jawa di Lokasi Perkuburan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:17 WIB

Oknum TNI Jadi Mafia Anggaran Gedung KDMP Di Bangkalan. 

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:22 WIB

Babinsa Desa Tombolo Laksanakan Komsos, Tekankan Keamanan dan Ketertiban Wilayah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:27 WIB

Bupati Bantaeng Bersama Kajari Hadiri Optimalisasi Program JAGA DESA

Berita Terbaru