Foto Istimewa Saat Jurnalis Melakukan Investigasi di UPTD Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.
BINJAI,Teropong Barat.com| Insiden dugaan penghalangan tugas jurnalistik terjadi di UPTD Gelandangan dan Pengemis Dinas Sosial Provinsi Sumatra Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai Utara, pada Kamis (29/1/2026). Oknum pengawas berinisial IN diduga dikerahkan untuk menghadang jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi di lokasi tersebut.
*Kronologi Kejadian*
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan rekaman video yang beredar, oknum IN yang mengaku sebagai pengawas tidak dapat menunjukkan identitas resminya saat ditanya oleh jurnalis. Alih-alih memberikan akses informasi, IN justru diduga memprovokasi warga binaan untuk menghadapi jurnalis yang bertugas.
Hendra, salah seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, menyayangkan sikap tertutup pihak UPTD. Menurutnya, jurnalis yang datang telah menunjukkan identitas resmi dan bertindak sesuai prosedur.
“Seharusnya pihak pengawas bersikap kooperatif karena jurnalis adalah mitra pemerintah dalam pengawasan publik. Jika justru mengerahkan orang untuk menghadang, maka Kepala UPTD patut dievaluasi. Kami meminta Kadisos Sumut dan Pj Gubernur untuk mencopot Kepala UPTD tersebut,” ujar Hendra, Jumat (30/1/2026).
*Keluhan dari Praktisi Hukum*
Senada dengan warga, praktisi hukum Sumatra Utara, Andro Oki, S.H., menegaskan bahwa tindakan menghalangi kerja pers merupakan pelanggaran serius terhadap demokrasi dan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Pers dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999. Tindakan menghalang-halangi jurnalis dalam mencari informasi tidak bisa dibenarkan. Kami meminta Kapolda Sumut dan Gubernur untuk mengusut tuntas oknum tersebut. Jika terbukti ini adalah perintah atasan, maka pimpinan UPTD harus bertanggung jawab secara hukum dan administratif,” tegas Andro.
*Tanggapan Pihak UPTD*
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasubag Tata Usaha UPTD Gelandangan dan Pengemis Dinsos Sumut, bermarga Harahap, belum memberikan keterangan rinci terkait insiden tersebut. Ia beralasan sedang dalam perjalanan menuju Medan.
“Besok kita bertemu di kantor. Saya sedang di jalan mau buka puasa. Mohon dimaklumi, di sini kondisinya warga binaan Dinas Sosial,” ujarnya singkat kepada awak media.
Rencananya, awak media akan kembali mendatangi kantor UPTD guna mengonfirmasi terkait pengelolaan warga binaan serta izin pemanfaatan lahan pertanian di area tersebut yang menjadi materi awal liputan jurnalis di lapangan.
(redaksi)

















































