Diduga Ada Kongkalikong di Kemenag Pada Lelang Paket Pembangunan Gedung Akademik Terpadu IAIN Madura

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 25 Maret 2024 - 04:52 WIB

40822 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN _ TEROPONGBARAT.co,- Aroma dugaan kongkalikong atau permainan dalam proses lelang di Kementerian Agama Semakin Menguat.

Pasalnya, dalam Lelang proyek di Kementerian Agama (Kemenag) yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kemenag RI melalui Layanan Pengadaan Secara Eletronik (LPSE) ditengarai ada 1 (satu) paket pekerjaan yang diduga telah terjadi praktik dugaan kongkalikong atau permainan untuk menentukan pemenang lelang.

Salah satunya adalah lelang paket pembangunan gedung akademik terpadu IAIN Madura yang dimenangkan oleh PT.Ris Putra Delta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut diungkapkan oleh Aktivitis Pegiat Anti Korupsi Andi Mulya. Andi mengatakan jika terpilihnya PT.Ris Putra Delta diduga kuat adanya permainan.

“Berdasarkan data yang kami miliki, diduga kuat adanya praktik permainan untuk menentukan pemenang Lelang,”Katanya kepada Awak Media.

Diketahui, Lanjut Andi, menjelaskan jika terdapat Penyedia yakni PT.Trisula Doa Ibu yang merupakan KSO dari PT.Ris Putra Delta juga melakukan Penawaran.

“Kami sudah mengkonfirmasi kepada PPK-nya melalui sambungan telp, beliau menjawab sudah mengetahui jika PT.Trisula merupakan KSO dari PT.Ris, namun belum bisa mengambil keputusan dan menunggu hasil atau keputusan dari Pokja,” terang andi.

Andi mengaku jika lembaganya telah melayangkan surat secara resmi kepada PPK IAIN terkait temuan tersebut namun belum ada jawaban secara resmi.

“Kami telah bersurat kepada PPK IAIN Madura, LKPP RI dan Instansi lainnya,”Ujarnya.

Selain itu, Andi menerangkan bahwa dia sebagai Aktivis Pegiat Anti Korupsi sekaligus Ketua NGO yang berfokus pada pencegahan tindak pindana korupsi berkewajiban untuk melaporkan kepada Instansi terkait dan Aparatur Penegak Hukum(APH) jika terdapat dugaan praktik-praktik yang dapat merugikan keuangan daerah/negara.

“Kami sebagai NGO, sebagai bentuk partisipasi dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Sudah sepatutnya melaporkan adanya dugaan dugaan yang dapat menimbulkan kerugian negara. Dan itu diatur didalam UU Tipikor,” pungkasnya.

Diketahui berdasarkan pantauan redaksi di halaman LPSE, paket pekerjaan pembangunan gedung layanan akademik terpadu IAIN Madura SBSN 2024 dengan nilai pagu paket sebesar Rp. 33.339.000.000,00. Dan nilai HPS Paket sebesar Rp. 33.325.491.000,00. Dengan pemenang lelang PT.RIS PUTRA DELTA dengan nilai Rp. 31.555.799.609,48.

Sementara, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat dikonfirmasi dan dihubungi oleh awak media dan redaksi teropongbarat.co, hanya menjawab “iya monggo ke kampus ya pak”. Ucap ibu Isma.Minggu (24/03/2024). (AR Red).

Berita Terkait

Polres Kampar Upgrade Pelayanan, BRI Beri Tips Komunikasi Efektif, Kapolres: Utamakan Empati, Beri Solusi Cepat & Tepat
Diduga Anggota DPRD Ogan Ilir Miliki SPPG MBG, Awak Media Dilarang Berfoto di Lokasi Dapur Kandis?
Kades Cibinong Sambut Baik Rencana Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Wilayahnya
Respon Cepat Pohon Tumbang,Sapar Pemuda Gebang Apresiasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup
Kapolres Bantaeng Hadiri Peresmian Reopening Kolam Renang Andi Pawiloi
Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pasca bencana
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong
Optimalkan Lahan Produktif, Lapas Labuhan Ruku Siapkan Program Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:59 WIB

Dugaan Pembiaran Bandar Togel “GP” di Magetan, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Minggu, 28 Juli 2024 - 10:03 WIB

Darwis Sinulingga Beserta Keluarga Wisata Rohani Ke Kampung Arab Desa Temboro

Berita Terbaru

BIREUEN

DPP PPP Bantu Obat-Obatan Untuk Korban Banjir Di Aceh

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:21 WIB