Warga Sampang Dihebohkan Penemuan Mayat Di Omben

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 16:51 WIB

40173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG _ TEROPONG BARAT _ Beredar video berdurasi 20 detik di media sosial, di beberapa gruop WhatsApp (WA) atas penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas penuh luka tergeletak di semak semak pinggir jalan, yang berada di Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang,Madura, senin (30/06/2025) pagi, membuat geger warga setempat.

Dalam caption video tersebut, terdengar suara seorang warga yang menyerukan kepada masyarakat luas.

“Barangkali ada keluarganya yang hilang, ini ada orang meninggal di pinggir jalan Desa Rapa Daya.” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan informasi dari warga setempat, penemuan mayat tersebut di temukan oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi, dan kondisi korban sudah tak bernyawa. Hal itu sontak membuat geger dan heboh warga setempat serta lokasi kejadian pun langsung dipadati masyarakat yang penasaran dan khawatir, apalagi karena tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian tertutup dedaunan dan semak-semak liar.

Informasi lanjut yang didapat bahwa korban diketahui berinisial H dan warga Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Sementara pihak Kepolisian Sektor Omben yang menerima laporan dari warga langsung menuju lokasi. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Omben, Iptu Sujinarto, aparat kepolisian segera mengamankan area dan mengevakuasi jenazah korban.

“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat laki-laki. Jenazah sudah kami bawa ke Puskesmas Omben untuk pemeriksaan awal,” ujar Iptu Sujinarto kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa saat ini penyelidikan awal tengah dilakukan. “Kami masih menunggu hasil identifikasi dan visum. Nanti akan kami sampaikan informasi lanjutan setelah semuanya jelas,” tambahnya.

Jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Omben untuk pemeriksaan medis awal. Kepala Puskesmas Omben, drg Yuanita, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima jenazah tersebut.

“Iya mas, memang ada laporan penemuan mayat dan jenazahnya sudah kami terima. Namun untuk informasi lengkap, kami masih menunggu laporan dari tim medis yang bertugas,” ujarnya singkat.

Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik korban dan mencari kemungkinan tanda-tanda kekerasan atau penyebab kematian lainnya. Jika diperlukan, autopsi lanjutan akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Meskipun proses identifikasi dan penyelidikan belum rampung, beragam spekulasi mulai muncul di tengah masyarakat. Beberapa warga menduga korban mengalami tindak kekerasan. Namun sejauh ini, belum ada kepastian dari pihak kepolisian terkait penyebab kematian pria tersebut.

Seorang warga, M. Syarif (39), yang tinggal sekitar 200 meter dari lokasi kejadian mengaku kaget dengan penemuan mayat tersebut.

“Saya sempat lihat banyak orang berkumpul, awalnya saya kira ada motor mogok. Ternyata ada orang meninggal,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menanggapi kegaduhan di masyarakat dan maraknya spekulasi di media sosial, Iptu Sujinarto mengimbau warga untuk tidak menyebarkan asumsi atau dugaan yang belum terbukti. Ia menekankan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Semua informasi akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” pungkasnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang penemuan jenazah misterius yang mengejutkan masyarakat. Pemerintah desa setempat juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memberikan pendampingan serta dukungan psikologis.

Atas penemuan mayat di Desa Rapa Daya, Omben, itu, menjadi perhatian serius masyarakat Sampang. Hingga saat ini, proses visum dan penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung. Masyarakat pun berharap agar penyebab kematian segera diketahui, demi menghindari kecemasan dan spekulasi yang berkembang.

Berita Terkait

Bung Taufik: Maraknya Kasus Pencabulan di Madura Harus Menjadi Alarm Bersama, MADAS Sedarah Siap Dampingi Korban
LAMR Meranti Siap Dukung Penuh Kapolres Baru dan Doakan AKBP Aldi Bertugas di Rokan Hilir
Kabag SDM Polres Batu Bara Hadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Batu Bara Tahun 2026
Mengaku Dapat Pasokan dari Arena Judi Ayam, Bisnis Haram Sopir di Bantaeng Ini Berakhir Tragis
Kapolres Batu Bara Gelar Pengajian, Doa Bersama, dan Santuni Anak Yatim
Tingkatkan Kualitas Pengamanan Obvitnas, Ditpamobvit Baharkam Polri Teken Kerja Sama dengan PT Asmin Bara Bronang
Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat
Polemik Uis Karo di Pisah Sambut Kapolres,Pemkab Langkat Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:53 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM DAMPINGI PETANI RAWAT TANAMAN SAWI WUJUDKAN KETAHAN PANGAN DI DESA BLANG BARO

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

Babinsa Pos Ramil Tadu Raya  Gotong Royong bersama warga di desa binaan

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:21 WIB

Babinsa Kunjungi Peternakan Kerbau, Dukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Peternak

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:40 WIB

Babinsa Koramil Senagan Timur Cek Ketersediaan Harga Pupuk Dan Obat–Obatan Di Desa Binaan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:02 WIB

Dari Sawah Untuk Negeri, Babinsa Bonto Cinde dan Petani Bersatu Wujudkan Swasembada Pangan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:54 WIB

Babinsa Sertu Safrin Ondu Aktif Dampingi Petani Di Wilayah Binaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:53 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM DAMPINGI PETANI RAWAT TANAMAN SAWI WUJUDKAN KETAHAN PANGAN DI DESA PULOKRUET

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:51 WIB

Babinsa Pos Ramil Tadu Raya Melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial dengan masyarakat di desa Babah dua kec tadu raya

Berita Terbaru